Pangeran Arab, Mohammed bin Salman Diduga Terkait Pembunuhan Jamal Kashoggi

Salah satu tersangka dugaan pembunuhan wartawan Arab Saudi, Maher Abdulaziz Mutreb, terlihat sering mengawal Pangeran Mohammed bin Salman. (the new york times)

Terkini.id, Turki – Intelijen Turki mengidentifikasi tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan wartawan Jamal Kashoggi. Salah satu tersangka diketahui sering mengawal Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Media Amerika Serikat, The New York Times, menunjukkan beberapa foto salah satu tersangka tersebut sering terlihat mengawal Mohammed bin Salman.

Salah satu foto misalnya menunjukkan Raja Salman yang terlihat turun dari pesawat bersama tersangka tersebut, di Paris dan Madrid.

Tiga tersangka lainnya, disebutkan oleh saksi terkait dengan tim pengamanan pangeran mahkota Saudi.

Sedangkan lima lainnya, disebutkan adalah seorang dokter forensik yang memegang posisi senior di Kementerian Dalam Negeri Saudi serta lembaga medis. Disebutkan, tersangka tersebut punya posisi yang tinggi, tinggi sehingga, mereka semua hanya bisa diarahkan oleh otoritas Saudi yang berpangkat tinggi.

Menarik untuk Anda:

Otoritas Turki menyebutkan lagi, bahwa para tersangka tersebut hadir di Konsulat Saudi Arab Saudi di Istanbul pada hari di mana Khashoggi menghilang, 2 Oktober lalu.

Pernyataan otoritas Turki tersebut melemahkan segala kemungkinan bahwa Khashoggi meninggal akibat operasi intelijen yang tidak disetujui oleh putra mahkota.

Media AS, The New York Times telah melakukan konfirmasi secara independen, dan menemukan bahwa setidaknya sembilan dari 15 tersangka yang diidentifikasi oleh otoritas Turki tersebut bekerja untuk dinas keamanan Saudi, militer atau departemen pemerintah lainnya.

Salah satu dari tersangka, adalah Maher Abdulaziz Mutreb, merupakan seorang diplomat yang ditugaskan ke Kedutaan Saudi di London pada 2007, menurut daftar diplomatik Inggris.

Maher bepergian secara ekstensif bersama putra mahkota, mungkin sebagai pengawal.

Selanjutnya, tingkat penyesalan Putra Mahkota atas kematian atau hilangnya Kashoggi, akan menjadi faktor penentu bagi Putra Mahkota atas kedudukannya di mata Barat dan didalam keluarga kerajaan.

Pangeran Saudi sebelumnya telah menunjukkan dirinya sebagai seorang reformator, yang membangun keterbukaan ekonomi dan kebudayaan kerajaan.

Pangeran Saudi juga telah menggunakan citra itu untuk mempengaruhi kebijakan Gedung Putih di wilayah tersebut dan untuk menarik para investor Barat untuk membantu diversifikasi ekonomi Saudi.

Akan tetapi, rasa ‘jijik’ dunia internasional atas aksi pembunuhan dan mutilasi terhadap Kashoggi yang merupakan penulis The Washington Post, dinilai telah menodai citra itu.

Putra mahkota dan ayahnya, Raja Salman, sebelumnya telah menyangkal mengetahui keberadaan Mr Khashoggi.

Dia dan Raja Salman berulang kali menegaskan bahwa Jamal meninggalkan konsulat dengan bebas. Para pejabat Saudi pun tidak menanggapi permintaan untuk komentar untuk New York Times.

Pengadilan istana didorong untuk mengakui bahwa benar Khashoggi dibunuh di konsulat Arab, tetapi menyalahkan agen intelijen karena ‘merusak’ rencana operasi. Sehingga, Kashoggi yang awalnya cuma direncanakan diinterogasi, ternyata dibunuh.

Presiden Trump melayangkan kemungkinan pada hari Senin lalu, bahwa Khashoggi adalah korban ‘pembunuh nakal.’

Akan tetapi, penjelasan semacam itu akan berhadapan dengan sejumlah rintangan yang sulit dijelaskan.

Posisi para tersangka di pemerintahan Saudi dan hubungan mereka dengan putra mahkota bisa membuatnya lebih sulit untuk membebaskannya dari tanggung jawab.

New York Times menulis, kehadiran dokter forensik yang mengkhususkan diri dalam otopsi menunjukkan operasi mungkin memiliki niat yang membunuh sejak awal.

Kronologi Kejadian

Seperti diketahui, Kashoggi pada 2 Oktober lalu, berniat ke Kedubes Arab Saudi di Turki untuk mengurus berkas-berkas pernikahannya.

Kashoggi berencana menikahi seorang perempuan asal Turki.

Akan tetapi, saat masuk ke Kantor Kedubes tersebut, Kashoggi tidak kunjung keluar hingga belasan jam berlalu.

Calon Istrinya pun menghubungi pemerintah Turki, lalu disimpulkan Kashoggi dibunuh di dalam kantor konsulat Arab, hari itu.

Para pejabat Turki mengklaim mereka memiliki bukti bahwa 15 agen Saudi terbang ke Istanbul pada 2 Oktober, lalu membunuh Khashoggi, memotong-motong tubuhnya dengan gergaji tulang yang mereka bawa untuk tujuan itu, kemudian terbang keluar pada hari yang sama.

Catatan menunjukkan bahwa dua jet pribadi yang disewa oleh perusahaan Saudi dengan hubungan dekat dengan putra mahkota Saudi dan Kementerian Dalam Negeri tiba dan meninggalkan Istanbul pada hari hilangnya Mr. Khashoggi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

3 Dokter Muda Disebut Meninggal dalam Dua Hari, Usianya di Bawah 35 Tahun

Brimob Batalyon A Pelopor Jaga Ketat Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Makassar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar