Panglima TNI Angkat Bicara Perihal Pengangkatan Eks Anggota Tim Mawar Sebagai Pangdam Jaya

Terkini.id, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal pengangkatan Mayjen TNI Untung Budiharto sebagai Pangdam Jaya. Masalahnya, pengangkatan itu menjadi polemik karena Mayjen Untung merupakan eks anggota Tim Mawar.

Jenderal Andika berpendapat, keputusan yang diambil tidaklah bermasalah. Untung telah melalui proses pengadilan di kasus penculikan aktivis oleh Tim Mawar.

Pada tahun 1999, Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta memvonis Untung dipecat dan penjara. Namun, Untung berhasil menang banding dengan vonis dua tahun enam bulan penjara, tanpa dipecat.

Baca Juga: Terkait Demo Mahasiswa 11 April 2022, Panglima TNI: Jangan Merusak...

“Ya Pangdam Jaya sebetulnya kalau dari segi hukum kan sudah menjalani apa yang kemudian waktu itu diputuskan oleh pengadilan,” ujar Andika, Rabu 12 Januari 2022 dikutip dari laman detikcom.

Menurut Andika, secara hukum sudah tidak ada lagi persoalan terkait Mayjen TNI Untung Budiharto.

Baca Juga: Pasang Badan Soal Rencana Demo 11 April, Jenderal Andika: Jangan...

“Jadi memang secara hukum tidak ada lagi yang kemudian harus dilakukan oleh mereka yang pada saat itu mendapatkan hukuman ya,” ujar Andika.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengganti jabatan Pangdam Jaya dari Mayjen Mulyo Aji ke Mayjen Untung Budiharto. Mayjen Mulyo Aji mendapat promosi menduduki job bintang tiga sebagai Seskemenko Polhukam.

Mutasi Pangdam Jaya ini tertuang dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/5/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Surat Keputusan tersebut diteken Kepala Setum TNI Brigjen Edy Rochmatullan pada Selasa 4 Januari 2022.

Baca Juga: Pasang Badan Soal Rencana Demo 11 April, Jenderal Andika: Jangan...

Kritik terhadap pengangkatan Mayjen Untung Budihaarto datang dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). KontraS kecewa terduga pelaku pelanggaran HAM berat kembali menambah daftar panjang eks anggota Tim Mawar yang diberi posisi strategis.

“Saya ingin mengucapkan sebuah kekecewaan yang berat di mana pemerintah kembali gagal menuntaskan komitmennya dalam menuntaskan kasus – kasus pelanggaran HAM berat masa lalu,” ujar Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti, Jumat 7 Januari 2022.

Fatia menganggap penunjukan Mayjen Untung Budiharto menjadi bukti pemerintah tidak berkomitmen menyelesaikan pelanggaran HAM.

Bagikan