Pasca Tragedi KM Lestari Maju, KMP Tunu Pratama Dilarang Beroperasi di Selayar

KMP Tunu Pratama
KMP Tunu Pratama

Terkini.id, Selayar – Pasca insiden karamnya KM Lestari Maju  yang mengakibatkan 36 orang meninggal dunia, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Mi Kesyahbandaran melakukan pelarangan beroperasi terhadap Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama 2888.

Hal itu dibenarkan oleh Acil  (45), seorang penumpang kapal Bira-Pamatata yang menyaksikan kapal KMP Tunu Pratama 2888 diberangkatkan pulang ke Balikpapan.

Acil mengatakan, kapal tersebut tak memenuhi standar operasi saat diperiksa oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Mi Kesyahbandaran serta otoritas Pelabuhan Makassar.

“Pihak terkait nampaknya mulai memperketat pemeriksaan kapal yang melayani rute Bira Bulukumba-Pammatata Selayar,” kata Acil, Minggu, 15 Juli 2018.

Saat ini, kata Acil, kapal tersebut telah meninggalkan Pelabuhan Bira dengan tujuan Balikpapan pada Sabtu pagi kemarin, 14 Juli 2018.

“Dipulangkan disebabkan karena setelah dilakukan pemeriksaan,” tutur Acil.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Kepulauan Selayar, Andi Baso, menjelaskan bahwa berdasarkan surat dari PT Raputra Jaya yang disampaikan langsung oleh pemilik kapal bahwa kapal itu dipulangkan untuk menjalani perbaikan.

Surat itu disampaikan pada 11 Juli 2018 yang disampaikan langsung oleh pemilik Kapal, H Udin.

Dalam surat menyebutkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya 2888, akan melakukan perbaikan pada galangan milik PT Raputra Jaya di Balikpapan.

“Oleh karenanya Kapal tersebut diberangkatkan hari  ini. Sesuai surat yang diantar langsung oleh pemilik kapal KMP Tunu Pratama Jaya, akan melakukan perbaikan pada Galangan milik sendiri,” ungkap Andi Baso melalui keterangan tertulisnya.

Penyeberangan Bira-Pamatata hanya dilayani satu unit Kapal Milik PT ASDP yakni KM Bontoharu

Dalam pemberitahuannya, kata Andi Baso, juga disebutkan kapal tersebut akan melakukan perbaikan Safety Devices dan beberapa aspek teknis untuk memperbaiki performa kapal dalam beroperasi.

“Dengan dipulangkan KMP  Tunu Pratama ini maka untuk sementara penyeberangan Bira-Pamatata hanya dilayani satu unit Kapal Milik PT ASDP yakni KM Bontoharu dengan dua kali trip pelayaran,” kata Andi Baso.

Akibat kondisi ini, diprediksi akan terjadi kepadatan penumpang untuk setiap trip KM Bontoharu.

Oleh karenanya, pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sudah mengajukan permohonan penambahan Armada Ferri ke Pihak ASDP dan Kementerian Perhubungan, termasuk disampaikan kepada Komisi V DPR RI beberapa waktu lalu.

Komentar

Rekomendasi

NasDem Isyaratkan Paket Basli-Ady di Pilkada Selayar

CDK Mamminasata Bebaskan Nelayan Asal Pulau Kayuadi

Pulau Jampea Segera Menikmati Listrik Dari PLN

Festival Takabonerate 2019 Siap Digelar 24 Sampai 28 Oktober

Dua Rumah Kontrakan di Selayar Dilahap Si Jago Merah

Semen Indonesia Safari Ramadan Sambil Berbagi di Selayar dan Subang

Balai Gakkum Sulawesi Tangkap Penyelundup Kayu Merbau di Perairan Selayar

Bulan Kepatuhan, Tim Kepatuhan BPJS-TK Sidak ke Kepulauan Selayar

3 Hari Terapung di Laut, 5 Penumpang KM Mitra Setia Ditemukan Selamat

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar