Pecandu Aksara gelar bincang sastra, ulas buku Syair Rindu

Komunitas yang bergerak di sektor budaya literasi, Pecandu Aksara, menggelar bincang sastra mengulas buku Syair Rindu karya Sumardi Yusuf

Terkini.id, Makassar – Penulis buku “Syair Rindu” Sumardi Yusuf mengulas duka cita dalam proses menulis bukunya dalam agenda pelatihan menulis sastra puisi dan bincang buku sastra novel yang diselenggarakan oleh komunitas Pecandu Aksara di M Cafe, Jalan Abdullah Daeng Sirua. Makassar. Kamis, 18 Januari 2018.

Dalam kesempatan ini Sumardi banyak mengulas berbagai rintangan yang ditemui dalam dalam proses menyusun novel Syair Rindu.

“Kendala saya dalam menyusun buku ini bukan sekedar pada teknis kepenulisan semata tetapi juga soal perasaan dan mental saya. Saya sempat dua kali ditolak pada saat melamar calon istri saya dan peristiwa itu adalah salah satu hal terberat bagi saya dalam menyelesaikan buku ini,” ujarnya.

Penulis buku Syair Rindu, Sumardi Yusuf memaparkan memberikan tips menulis novel kepada para peserta

Alumni jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Makassar ini juga memberikan motivasi kepada para penulis muda Makassar agar tidak berhenti berkarya khususnya dalam bidang kepenulisan.

“Pada dasarnya kita semua bisa menulis, hanya saja sejauh mana kita menganggap penting tulisan itu. Jadi jangan pernah surut semangat seberat apapun rintangan kalian,” imbuhnya kepada puluhan anggota Pecandu Aksara yang hadir.

Ia juga menuturkan tentang sulitnya menyatukan pandangan antar dua penulis yang harus disatukan dalam satu tulisan.

Penampilan grup musikalisasi puisi, Senandung Musim di akhir sesi kegiatan

“Buku Syair Rindu ini adalah buku kolaborasi saya dengan istri saya. Jadi ada dua persepsi yang harus disatukan dalam bentuk tulisan,” jelas Sumardi Yusuf.

Setelah sukses menulis satu judul buku yang diselesaikan antara bulan Desember 2015 dan rampung pada bulan Maret 2017, kini Sumardi sedang menggarap buku keduanya berjudul ‘Syair Cinta’. Kegiatan ini ditutup dengan penampilan grup musikalisasi puisi, Senandung Musim.

 

Citizen Reporter : Widyawan ‘Bang O’ Setiadi (Anggota Pecandu Aksara)

Berita Terkait
Komentar
Terkini