Makassar Terkini
Masuk

Pedas! Tanggapi Pernyataan Jokowi soal Penundaan Pemilu, Politisi Demokrat: Aroma ‘Kepengennya’ Mulai Tercium

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap menanggapi Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang akhirnya buka suara soal wacana penundaan Pemilihan Umum 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Yan Yarahap menyindir bahwa keinginan Presiden Jokowi untuk memperpanjang masa jabatan sudah mulai nampak.

“Aroma ‘kepengennya’ mulai tercium. Bilang seolah gak minat cuma lip service?” kata Yan Harahap melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 5 Maret 2022.

Bersama pernyataannya, Yan Harahap membagikan berita berjudul “Jokowi: Siapapun Boleh Usulkan Tunda Pemilu dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden”.

Sebagaimana diketahui, wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden memang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Dilansir dari Kompas, Presiden Jokowi pun akhirnya telah buka suara. Ia menyebut dirinya akan patuh pada konstitusi atau Undang-Undang Dasar 1945.

“Kita bukan hanya taat dan tunduk, tetapi juga patuh pada konstitusi,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 4 Maret 2022.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa siapa pun boleh saja mengusulkan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, baik itu menteri atau partai politik.

Hal itu karena, menurutnya, hal ini merupakan bagian dari kebebasan berpendapat di negara yang menjunjung tinggi demokrasi.

“Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, konstitusi memang telah tegas mengatur penyelenggaraan pemilu maupun masa jabatan presiden.

Pasal 22E Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan, pemilu presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPD, serta DPRD provinsi dan kabupaten/kota dilaksanakan lima tahun sekali.

Sementara, merujuk Pasal 7 UUD, masa jabatan presiden dan wakil presiden dibatasi paling banyak dua periode, dengan lama masa jabatan 5 tahun setiap satu periode.