Pegawai Honorer Lingkup Pemkot Makassar Terancam Dipangkas

BKPSDM Makassar
Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Abdul Kadir Masri

Terkini.id, Makassar – Pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terancam dipangkas. Pasalnya, Tim Inspektorat dan BKD tengah melakukan verifikasi dan validasi tenaga kontrak.

Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Abdul Kadir Masri mengatakan, saat ini telah memasuki hari ketiga proses verifikasi dan validasi tenaga kontrak.

“Hari ini adalah hari ketiga, mudah-mudahan itu datanya ril, sehingga kita bisa tahu mana yang malas dan tidak disiplin dan mana yang layak diperpanjang kontraknya,” kata Kadir, Kamis, 28 November 2019.

Menurut Kadir, verifikasi dan validasi tenaga kontrak menjadi kegiatan rutinitas setiap akhir tahun dengan turun langsung ke setiap SKPD secara face to face untuk mendapatkan data faktual.

Selain itu, kata Kadir, BKPSDM setiap bulan melakukan evaluasi terkait kehadiran tenaga kontrak, kemudian dilakukan validasi data di pengadaan dan informasi.

“Ini dilakukan agar tenaga kontrak bisa bekerja baik,” singkatnya.

Setelah dilakukan validasi dan verifikasi oleh tim inspektorat dan BKPSDM, mutasi bagi tenaga kontrak juga bisa saja dilakukan. Apalagi tenaga tersebut dibutuhkan di SKPD lain.

Validasi tersebut, menurut Kadir, juga sangat memungkinkan terjadinya pengurangan tenaga honorer, sebab hampir setiap tahun memang sering terjadi pengurangan. Seperti ada yang mengundurkan diri atau pindah ke daerah lain.

“Termasuk banyak juga diputus kontraknya karena bekerja buruk dan malas,” ungkapnya.

Jika mengacu pada data dari tahun sebelumnya (2018) terdapat kurang lebih 200 orang tenaga honorer diputus atau tidak diperpanjang lagi masa kontraknya. Tahun ini pun, kata Kadir, sangat memungkinkan terjadi hal seperti itu.

“Kalau sepanjang tahun ini di 2019 juga ada, tetapi jumlahnya belum bisa dipastikan, karena nanti setelah dilakukan verikasi baru bisa ditahu berapa yang tidak bisa diperpanjang lagi. Mungkin minggu depan baru selesai verifikasi itu,” tandasnya.

Namun dari data yang dihimpun hingga bulan Oktober tahun 2019, sudah ada di atas 100 orang tenaga kontrak yang sudah berhenti.

“Termasuk yang meninggal dunia 8 orang, mengundurkan diri di atas 10 orang dan selebihnya itu tidak disiplin atau sudah tidak diusulkan lagi menjadi tenaga honorer,” ungkapnya.

Kadir menambahkan bahwa ada sekitar 8862 orang tercatat di data base BKPSDM yang terdaftar sebagai tenaga kontrak ataupun honorer di lingkup Pemkot Makassar.

“Setiap akhir tahun baru valid lagi datanya karena data itu masih tahun berjalan, semua tenaga kontrak tersebut di dalam SK-nya itu berakhir pada 31 Desember, jadi itu berdasarkan periode,” pungkasnya.

Diketahui, dari data di BKPSDM hingga saat ini belum ada satupun SKPD di lingkup Pemkot Makassar yang mengusulkan penambahan tenaga kontrak.

Komentar

Rekomendasi

Lantik Pengurus Gerakan Pemuda Mallengkeri Bersatu, Ini Harapan Camat Tamalate

Ratusan Alumni Kosmik Unhas Angkatan 94 Ikuti Reuni Perak di Pantai Akkarena

Kembangkan UMKM, Diskop UKM Sulsel Teken MoU dengan STIE Nobel

Brimob Makassar Bersihkan Kanal di Kelurahan Parang

Frame Insight Indonesia Bakal Gelar Diskusi Strategi Branding Digital, Catat Tanggalnya

Jelang Imlek, Danramil Gelar Aksi Bersih-Bersih Vihara

Pengemudi Online Minta Kenaikan Tarif, DPRD Dorong Pemprov Terbitkan Pergub

Lewat Program Setara Digital, MDV Kembangkan Industri Kreatif di Kalangan Disabilitas

6 Startup MDV Wakili Makassar di Kompetisi Nasional Digital Valley

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar