Pekat desak Kejati tahan pelaku pemukulan di Tana Toraja

Aksi unjurasa yang dilakukan Pekat Sulsel di kantor Kejati Sulselbar./ Herman Kambuna

Terkini.id, Makassar – Pembela kesatuan tanah air (Pekat) Sulsel melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati Sulselbar terkait kasus pemukulan di yang terjadi Kabupaten Tana Toraja.

Kedatangan pendemo ini meminta Kejati menindak lanjuti kasus tersebut. Kasus ini sudah dilipahkan ke Kejari Tana Toraja berdasarkan laporan polisi korban Djuly Mambaya.

Pemukulan yang dilakukan oleh John Ronde Mangontan ini mandek di Kejari Toraja. Dengan alasan berkas perkara yang diterima pada 13 oktober itu berkasnya tidak lengakp.

“Kami minta Kejati mengusut tuntas kasus pemukulan yang dilakukan John Ronde Manguntan, terhadap Djuly M. Karena pelaku saat ini masih bebas berkeliaran,” kata Jendral Lapangan, Luken.

Massa aksi kemudian memasuki halaman depan kantor Kejati Sulselbar untuk melakukan orasi. Dalam orasinya pendemo menuntut keadilan mendesak Kejati melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Kami minta tangkap dan adili pelaku pemukulan,” kata salah satu massa aksi dalam orasinya.