Pelajaran dari Brexit, Tidak Ada Koalisi (Politik) yang Permanen

INGAT Brexit? Pada tanggal 23 Juni 2016 diadakan sebuah referendum di Inggris ketika di mana 52% para pemilih memutuskan untuk keluar dari Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).

‘Exit’ atau keluarnya Inggris ini diberi nama “Brexit.”

Pemerintah Inggris lalu memutuskan bahwa Inggris secara formal akan exit dari MEE pada 29 Maret 2019 mendatang. Mengapa exit?

Setiap koalisi dimaksudkan untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

Jika pencapaian tujuan koalisi diutamakan, tujuan individual anggota koalisi harus dikorbankan.

Pertanyaan pokok ialah: di manakah batas kesediaan pengorbanan anggota koalisi? Ketika batas itu dilampaui, terbuka peluang terjadinya exit.

Ketika terbentuk MEE, para anggotanya bersepakat untuk mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan bersama ke sebuah badan yang dinamakan Parlemen Eropa.

Ini namanya “upward delegation of authority” (pendelegasian wewenang dari bawah ke atas).

Karena jumlah anggotanya besar (hingga mencapai 28 anggota), terbuka peluang perbedaan kepentingan antar anggota.

Setelah terjadi beberapa kasus ketidakpuasan pada pihak Inggris sebagai anggota MEE, para pemilihnya memutuskan untuik exit dari MEE.

Kepentingan diri melampaui batas kepentingan koalisi. Apa pelajarannya?

Hal yang sama dapat terjadi juga pada koalisi yang dinamakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang salah satu anggotanya adalah Indonesia. Mungkin saja bahwa gejala “Brexit” akan terulang di koalisi MEA.

Di bidang politik juga terjadi koalisi partai politik untuk merebut kekuasaan sebesar mungkin.

Ada tujuan koalisi yang harus diutamakan pencapaiannya ketimbang tujuan anggota koalisi. Selalu ada peluang bahwa anggota yang tidak puas akan exit dari koalisi.

Renungan: Tidak ada koalisi permanen. Di mana posisiku?

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Seni Perang Sun Tzu

UMUM menerima Sun Tzu sebagai jenderal besar, ahli strategi militer, dan ahli filsafat. Ia dipandang sebagai penulis buku klasik “The Art of War” yang
Opini

Sebab Kita Semua adalah Garuda

HARI ini kita menyaksikan sebuah peristiwa bersejarah. Setelah semua kontestasi yang membuat bangsa ini terpolarisasi. Setelah hiruk pikuk perdebatan bahkan caci maki di media
Opini

Legalitas vs Moralitas

DALAM mendefenisikan kebenaran itu harus ada dua hal yang mendasari. Dasar legalitas (hukum) dan dasar moralitas (etika). Keduanya boleh jadi saling mengikat.Hukum tanpa moralitas
Opini

Keputusan Itu

SEBUAH keputusan itu tidak selamanya menyenangkan. Jangankan keputusan manusia, yang seringkali penuh dengan intrik kepentingan dan manipulasi.Keputusan Allah saja, jika tidak sesuai keinginan dan
Bisnis

Tutupnya Gerai Giant

GIANT itu dimiliki oleh Group Hero. Hero sendiri didirikan oleh MS Kurnia pada 23 Agustus 1971, namanya Hero Mini Supermarket yang bertempat di Jalan
Opini

Libra Bitcoin, Mata Uang Baru dari Facebook

BITCOIN memang belum bisa meruntuhkan mata uang. Bahkan sempat melemah. Tapi beberapa hari terakhir ini on fire lagi. Gara-gara Facebook bikin kejutan: meluncurkan 'mata
Opini

Bisikan Nurani

PARA ahli hikmah mengatakan, ada tiga hal yang manusia tak akan mampu dustai atau ingkari. Manusia boleh berpura-pura mengingkarinya. Tapi sesungguhnya ketiganya adalah realita