Pelaksanaan zakat kota Makassar belum sesuai potensi yang ada

Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Anis Zakaria Kama

Terkini.id, Makassar- Pelaksanaan zakat di Kota Makassar belum sesuai dengan potensi yang ada. Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kota Makassar, Anis Zakaria Kama di sela-sela kegiatan Sosialisasi Badan Amil Zakat bagi anggota ASN Republik Indonesia Lingkup Penerintah Kota Makassar di Travellers Hotel Phinisi, Makassar, Rabu 4 April 2018.

“Di tahun 2017, zakat fitrah yang dikumpul UPZ mesjid dan telah disalurkan hanya berkisar Rp2 Milyar padahal potensinya bisa lebih besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sendiri di kota Makassar, dari kurang lebih seribu mesjid, yang sudah di SK kan UPZ nya sudah sekitar 300 mesjid.

Menurutnya persoalan penunaian zakat juga bisa bermasalah dalam prosesnya, sebab kalau mengacu pada undang-undang yang berlandaskan syariat islam, maka zakat harus ditunaikan lewat Badan Amil Zakat.

“Yang sering terjadi adalah kebiasaan-kebiasaan lama, orang mengeluarkan zakat bukan ke Amil, sementara menurut aturannya jika bukan lewat Amil maka itu bukan zakat tapi infaq sedekah” lanjutnya.

Untuk zakat mal sendiri Anis mengungkapkan bahwa ada peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2016, “2016 lalu ada sekitar Rp. 2 Milyar, dan Alhamdulillah ditahun 2017 meningkat hingga dua kali lipat dan semoga di 2018 bisa lebih meningkat lagi,” ungkapnya.

Ia juga menanggapi terkait mekanisme pembayaran zakat melalui potongan langsung bagi ASN. “Kalau ini diterapkan tentunya akan sangat berdampak positif, tidak ada lagi kata lupa atau repot untuk berzakat, jadi ASN akan sangat terbantu” lanjutnya.

Terakhir Ia mengharapkan agar semua elemen termasuk ASN bisa memahami zakat itu seperti apa, dan dalam pelaksanaannya bisa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berlandaskan syariat islam.

Kadir Masri

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian BKPSDMD, Kadir Masri mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini begitu penting, sebab seluruh elemen harus memahami pentingnya zakat bagi umat islam.

“Suatu kesyukuran adanya bantuan dari Baznas kota makassar yang turut membantu memberikan pemahaman terkait zakat yang sesuai syariat islam,”

Khusus untuk ASN, ada dua cara yang bisa dilakukan dalam menunaikan zakat, yakni langsung melalui Baznas, kemudian yang kedua dipotong langsung dari gaji.

“Terkait metode pemotongan langsung itu sebenarnya belum ada, jadi untuk sementara secara sukarela dulu, tapi jika sudah bisa diterapkan maka sebenarnya akan sangat membantu, mempermudah dalam menunaikannya,” pungkasnya.

Berita Terkait