Pelaku Azan Jihad Minta Maaf, Denny Siregar: Kadrun Emang Mental Tempe Tapi Bacot Gede

Denny Siregar
Denny Siregar. (Monitor.co.id)

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal pelaku dalam video azan jihad yang meminta maaf usai diciduk aparat pemerintah dan keamanan.

Lewat cuitannya di Twitter, Rabu 2 Desember 2020, Denny Siregar menilai sikap para pelaku yang hanya meminta maaf tak cukup sebagai pertanggungjawaban ke publik terhadap perbuatan yang mereka lakukan.

“Enak banget ya minta maaf doang,” cuit Denny Siregar.

Ia pun mengungkapkan jika seandainya pelaku itu adalah dirinya, maka sudah pasti ia akan langsung didemo bahkan dituduh menistakan agama.

“Coba itu gua. Langsung didemo berjilid2 dituduh penistaan agama,” ujarnya.

Menarik untuk Anda:

Lewat cuitannya tersebut, Denny juga menyebut para pelaku dengan sebutan kadrun yang bermental lembek tapi banyak bicara.

“Kadrun emang mental tempe, tapi bacot gede,” ucapnya.

Dalam unggahannya tersebut, Denny Siregar juga membagikan artikel pemberitaan dari situs hwmi.or.id berjudul “Tujuh Pelaku Adzan Jihad Asal Majalengka Memohon Maaf” yang tayang pada Selasa 1 Desember 2020.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Majalengka bergerak cepat usai viralnya video azan yang berbunyi ‘hayya alal jihad’ yang berarti ajakan berjihad.

Akhirnya, tujuh orang yang diketahui ada di balik video tersebut terciduk oleh aparat pemerintah dan keamanan.

Mereka kini telah menyatakan permohonan maaf, baik secara lisan maupun tertulis di atas materai enam ribu.

Para pelaku juga mengakui jika perbuatan mereka telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Bupati Majalengka H Karna Sobahi mengaku ketika mendengar kabar tersebut langsung mengintruksikan Camat Argapura untuk menyelidiki kebenaran video tersebut.

Pihaknya pun lantas mengambil langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak meluas.

“Ya betul, dari laporan Pak Camat Argapura salah satu video viral azan jihad itu salah satunya warga kami. Tapi alhamdulillah mereka sudah diberikan pengarahaan dan sudah mereka menyadari kesalahannya,” ujar Karna lewat pesan singkatnya sambil mengirimkan video laporan dari warganya, Rabu 2 Desember 2020 seperti dikutip dari Pwimajalengka.com.

“Malam tadi secara sadar dan sukarela telah membuat pernyataan permohonan maaf secara tertulis dan lisan melalui visual video,” tambahnya.

Dari video permohonan maaf itu, nampak tujuh orang yang melakukan azan jihad tersebut minta maaf di balai Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Adapun surat permintaan maaf mereka ditandatangani di atas materai 6 ribu dan disaksikan Plt Desa Sadasari Abdul Miskad serta sejumlah saksi lainnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pasca Gempa Sulbar, Astra Motor Berikan Servis Gratis Bagi Korban

Abu Janda: Mereka Ingin Aku Ditangkap Karena Lantang Lawan Radikalisme

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar