Robert Rene Alberts Sebut Piala Indonesia Cuma Ajang Latihan Bagi PSM

PSM Makassar
Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts

Terkini.id – Berakhirnya kompetisi Liga 1 2018, Minggu 9 Desember 2018 kemarin, ternyata Runner Up Liga 1, PSM Makassar masih dibebani dengan turnamen Piala Indonesia 2018 yang sudah memasuki babak 64 besar.

Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts mengungkapkan jika dalam menghadapi Piala Indonesia 2018, pria berkebangsaan Belanda itu hanya menganggap kalau turnamen itu tidak resmi.

Robert ingin menghadapi Piala Indonesia 2018 sebagai ajang latihan para pemain untuk menghadapi Liga 1 2019 dan Piala AFC 2019.

“Pertama. Ini bukan turnamen resmi. Piala indonesia hanya training,” ujarnya dilansir terkini.id dari BolaSport, Selasa, 11 Desember 2018.

PSM Makassar
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts

Meski hanya dijadikan ajang latihan, Robert ingin para pemain PSM tetap serius demi mengobati kegagalan juara di Liga 1 2018.

“Para pemain jelas ingin menang di Piala Indonesia, meski bukan turnamen resmi tapi kami akan tetap serius,” tuturnya.

Dalam kompetisi Liga 1 2018, tim berjulukan Juku Eja ini hanya finis di urutan kedua klasemen dengan perolehan 61 poin.

Dengan hasil itu, PSM gagal menjadi juara karena terpaut satu poin dari sang pemuncak yanki Persija Jakarta

Komentar

Rekomendasi

Tim Superbad FC Asal Makassar Siap Jajal Stadion I Wayan Dipta Bali

Buka Baju Saat Jebol Gawang MU, Fans Salah Fokus ke Merek Celana Dalamnya

Selebrasi Mohamed Salah Usai Cetak Gol, Netizen: Aurat Mas

Resmi Dibuka, 32 Tim Adu Kekuatan di Kejuaraan Sepak Bola KKB Cup I 2020

Sadio Mane: Ponsel Sederhana, Anak Imam Masjid, Pemain Terbaik 2019

Dibuka Sore Ini, 32 Tim Meriahkan Kejuaraan Sepakbola KKB CUP I, Ini Nama-Nama Tim Pesertanya

Rekor Zidane: 9 Kali Masuk Final, 9 Kali Lolos Jadi Juara

Digadang-gadang Masuk Persija, Pesepak Bola Evan Dimas: No Comment

Komisi E Minta Pemprov Sulsel Libatkan YOSS Dalam Hal Renovasi Stadion Mattoanging

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar