Pembunuhan 31 Pekerja, Menhan: Tidak Ada Negosiasi, Menyerah atau Diselesaikan

Terkini.id, Jakarta – Tercatat, sebanyak 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua dikabarkan tewas dibantai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Selain itu, KKB juga menyerang Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua, Nduga, hingga mengakibatkan 1 orang anggota TNI tewas dan satu terluka.

Atas aksi tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menerangkan KKB bukanlah kelompok kriminal, tetapi pemberontak.

Menurut dia, tidak ada kata negosiasi dalam penanganan kasus pemberontakan.

“Ingin memisahkan Papua dari Indonesia itu apa? Ingat, ingin memisahkan diri. Tugas pokok Kementerian Pertahanan, tugas pokok juga untuk TNI, yakni satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. Tiga, menjaga keselamatan bangsa,” tutur Ryamizard.

“Bagi saya, tidak ada negosiasi. Menyerah, atau diselesaikan. Itu saja,” sambung dia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku, belum diketahui penyebab pasti pekerja tersebut dibunuh.

Menurut Basuki, tidak ada warga yang menolak adanya pembangunan Trans Papua. Justru disebutnya pembangunan jalan Trans Papua sangat dinantikan warga.

Baca :Pria Bertato Doraemon Habisi Nyawa Dua Pemuda dengan Sadis

“Kalau warga sendiri semua tidak ada yang menolak pembangunan infrastruktur konektivitas ini. Hal ini menunjukkan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata tergantung pada tergantung ketersediaan dana,” ujar Basuki seperti dilansir dari detikcom, Jakarta Selatan, Selasa 4 Desember 2018.

Puluhan orang yang tewas dibunuh tersebut adalah pekerja proyek PT Istaka Karya. Rekanan pemerintah yang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga.

Peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada Sabtu, 1 Desember 2018, dan Minggu, 2 Desember 2018.

Polisi menyebutkan, tewasnya pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua tersebut diduga akibat ditembak oleh anggota KKB.

Polisi juga menegaskan motif pembunuhan tersebut belum jelas.

“Ini diberondong (peluru), diduga diberondong oleh KKB tersebut, yang mengakibatkan beberapa meninggal dunia,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen M Iqbal dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Tewaskan Anggota TNI

Selain membunuh 31 karyawan, KKB juga menyerang Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua, Nduga. Tindakan membabi buta menyebabkan 1 orang anggota TNI tewas dan satu terluka.

Baca :Sadis, Anak Bunuh Ayah Kandungnya Pakai Pedang Samurai

“Tadi malam KKB juga melakukan penyerangan terhadap Pos Satgas Yonif 755/ Yalet, menyebabkan 1 anggota tewas ditembak. Pos ini merupakan pos TNI terdekat dengan lokasi kejadian (pembantaian pekerja jembatan),” kata Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat ditemui di Makodam Cenderawasih di Jayapura.

Polisi telah menyebut pembunuhan 31 pekerja dilakukan oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Personel gabungan TNI-Polri sudah dikerahkan ke lokasi. Tapi Apa pemicunya, masih belum diketahui.

Presiden Jokowi juga sudah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengecek kasus tersebut.

“Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu, karena ini masih simpang siur,” kata Jokowi.