Pemerintah Beberkan Strategi Baru Penanganan COVID-19, Apa Saja?

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan strategi baru penanganan Covid-19.

Hal tersebut diutarakan dalam rapat melalui telekonferensi bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu 2 Mei 2020.

Dalam rapat tersebut, Doni menyampaikan beberapa strategi, selain pendekatan secara medis, penanganan COVID-19 juga harus dilakukan melalui pendekatan secara psikologis yang mengarah ke upaya pencegahan.

Baca Juga: Singkirkan Hama Tanaman dan Tingkatkan Produktifitas Hasil Pertanian, Ini Rahasianya

“Hal itu menjadi sangat penting, sebab jumlah tenaga medis beserta infrasktruktur yang dimiliki Pemerintah saat ini terbatas,” bebernya.

Kepala BNPB itu juga menginginkan agar keseimbangan antara medis dan psikologis dapat berjalan beriringan.

Baca Juga: 33 Ton Produk Ekspor Pertanian Asal Padang Diterbangkan ke China

“Keseimbangan itu harus kita jaga,” jelas Doni.

Masih kata Doni menyampaikan bahwa semestinya dokter tidak menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan, namun harus menjadi kekuatan terakhir.

Pengertian tersebut dijelaskan Doni dengan maksud bahwa masyarakat harus bisa disehatkan sehingga dokter dapat diselamatkan.

Baca Juga: 33 Ton Produk Ekspor Pertanian Asal Padang Diterbangkan ke China

“Dokter bukan jadi benteng utama, tapi benteng terakhir,” kata Doni.

Oleh sebab itu, strategi selanjutnya yang perlu dijalankan adalah bagaimana masyarakat terpenuhi gizinya untuk meningkatkan imunitas, kemudian juga sekaligus menggerakkan roda perekonomian.

Ia juga berprinsip bahwa dalam menyelesaikan bencana maka tidak boleh memunculkan bencana baru. Sehingga pantang bagi dia untuk menyelesaikan masalah namun dengan membuat masalah baru.

“Hungry man becomes angry man. Kita tidak ingin arahnya ke sana,” terang Doni.

Menurut data yang dihimpun Kepala Gugus Tugas tersebut, terdapat 2,5 juta petani yang kesulitan menjual hasil pertanian dan perkebunan sebagai dampak dari pandemi COVID-19 ini.

Oleh karena itu, Doni meminta kolaborasi bersama Kementerian/Lembaga terkait khususnya Kementerian Perindustrian dan Kepala Daerah untuk mengatasi masalah tersebut dengan inovasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan.

Doni mencontohkan apa yang sudah dijalankan dengan baik di Jawa Tengah, Salatiga dan Sumatera Barat, di mana pasar tradisional tetap berjalan dengan penerapan yang berbeda dari biasanya.

Para pedagang diberikan jarak aman sesuai protokol kesehatan dan berjualan di luar ruangan yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat.

Kemudian bagi penjual juga diwajibkan untuk melaksanakan anjuran pemerintah dengan tetap memakai masker dan tetap menjaga jarak aman.

Apa yang diungkapkan Kepala Gugus Tugas segera direspon poisitif oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Faizol Riza.

Menurutnya memang sudah sepatutnya dalam urusan penanggulangan bencana, maka tidak boleh memunculkan bencana baru.

Pihaknya juga mengapresiasi ide dari inovasi pasar tradisional seperti yang sudah berjalan di Salatiga dan beberapa wilayah lain di Jawa Tengah dan Sumatera Barat.

“Kita tetap optimis bahwa ekonomi juga bisa tetap jalan,” ujarnya.

Meski kebijakan inovasi pasar tradisional sudah berjalan, pihaknya akan tetap mengkoordinasikan lebih lanjut mengenai aturan-aturan lain yang sudah termaktub melalui Surat Edaran Kementerian Perdagangan tentang sirkulasi barang dan kebutuhan ekonomi pasar di tengah pandemi COVID-19.

“Langkah-langkahnya seperti apa, nanti kita koordinasikan lagi,” tutup Riza.

Bagikan