Pemerintahan Amerika Lumpuh: Trump Gebrak Meja dan Walkout Gegara Ini

Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (foto: nbcnews.com)

Terkini.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan walkout atau meninggalkan pertemuan dengan para petinggi Partai Demokrat saat negosiasi terkait ‘government shutdown’ yang sedang berlangsung.

Ketua Fraksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer, Trump berdiri dan pergi begitu saja saat Ketua DPR, Nancy Pelosi, menyatakan tidak akan menyetujui pendanaan proyek tembok perbatasan.

Seperti diketahui, Pemerintah Amerika Serikat dan Kongres (DPR Amerika) sedang berselisih paham soal rencana pembangunan tembok perbatasan Amerika-Meksiko.

Karena tidak adanya kesepakatan terkait pendanaan untuk pembangunan tembok pembatas, maka pemerintahan pun lumpuh.

Sebelumnya, Trump berkeras bakal menyetujui rencana anggaran dana operasional untuk sejumlah lembaga pemerintahan jika anggaran dana US$5,7 miliar (Rp80,5 triliun) untuk membangun barikade baja itu juga diikutkan.

“Dia bertanya kepada Ketua DPR, Pelosi, ‘Apakah Anda akan menyetujui tembok saya?’ Dia (Pelosi) berkata tidak,” jelasnya seperti dilansir bbc.com.

“Dan dia (Trump) langsung berdiri dan berkata, ‘Tiada yang perlu kita diskusikan’. Kemudian dia langsung berjalan keluar,” papar Schumer lagi.

“Lagi-lagi kita melihat tingkah merajuk karena dia tidak mendapat apa yang dia inginkan,” terang dia lagi.

Schumer menambahkan, Trump sempat “menggebrak meja” sebelum keluar dari ruang rapat di Gedung Putih.

Ketua DPR Nancy Pelosi dan ketua fraksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer, berbicara kepada para wartawan seusai bertemu dengan Presiden Trump.

Namun, anggota Kongres dari Partai Republik, Steve Scalise, membantah. Menurutnya, tidak ada orang yang menggebrak meja saat itu.

Wakil Presiden, Mike Pence, menuturkan kepada para wartawan bahwa dirinya “kecewa” terhadap Partai Demokrat “yang tidak bersedia terlibat dalam negosiasi dengan iktikad baik”.

Adapun Kevin McCarthy selaku ketua fraksi Republik di DPR, menyebut perilaku petinggi Partai Demokrat “memalukan”.

Setelah pertemuan dengan Schumer dan Pelosi berlangsung, Trump menyebut tatap muka tersebut “benar-benar buang waktu”.

Dalam cuitannya, dia mengaku mengatakan “bye-bye” kepada kedua petinggi Demokrat itu.

Penutupan sebanyak sembilan lembaga pemerintahan AS telah berlangsung selama 19 hari. Akibatnya, sekitar 800.000 pegawai negeri sipil tidak digaji dan layanan di sembilan lembaga tersebut praktis dihentikan.

Di media sosial, sejumlah pegawai negeri membagikan cerita mereka yang sulit membayar tagihan dan kesulitan lainnya akibat penutupan lembaga pemerintah. Beberapa kini mempertimbangkan untuk mencari kerja lain agar keperluan sehari-hari bisa tercukupi.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan sebanyak 51% rakyat AS menyalahkan Presiden Trump atas penutupan lembaga pemerintahan. Namun, 77% pemilih Partai Republik mendukungnya atas proyek pembangunan tembok perbatasan

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN