Pemerintahan Jokowi Tak Bakal Naikkan Tarif Listrik 2019, Ini Alasannya

Tarif Listrik
Ilustrasi tarif dasar listrik

Terkini.id, Jakarta – Pemerintahan Jokowi tidak akan menaikkan tarif listrik hingga tahun 2019 ini.

Komitmen tersebut disampaikan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, hal itu tidak menjadi beban ke PT PLN (Persero) lantaran harga energi primernya sudah stabil.

Andy menyebutkan bahwa harga batu bara untuk pembangkit listrik sudah diatur sebesar US$ 70 per ton.

“Kita baru selesai batu bara yang maksimum US$ 70 per ton. Membuat sedikit nafas PLN,” ujar Andy, Kamis, 10 Januari 2019, dikutip dari detik.com.

Selain itu, lanjutnya, energi primer yang lain yakni minyak juga tetap stabil.

Dia menjelaskan harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) turun sejalan dengan harga minyak dunia.

“Kedua tanpa disadari tiga bulan terakhir harga turun terus. Sekarang katakan Brent crude US$ 60, ICP US$ 54. Masih oke, dibanding yang PLN khawatir mencapai US$ 80 artinya US$ 72 ICP-nya. Sekarang ICP US$ 54 it’s okay,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah telah berhasil menjaga inflasi tetap rendah.

Di sisi lain, kata Andy, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai melemah.

“Inflasi rendah, nilai tukar masih turun lagi, masih oke itu jawaban maksud saya,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini