Masuk

Pemkab Gowa Dukung Program Kota Masa Depan: Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Tradisional dan UMKM Lokal

Komentar

Terkini.id, Gowa – Grab, Emtek dan Bukalapak mengumumkan kelanjutan program percepatan digitalisasi #KotaMasaDepan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan) ke Gowa, Malang Raya dan Pekanbaru pada bulan Juli 2022 lalu.

Sebagai bagian dari rangkaian program tersebut, ketiga perusahaan, hari ini menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Gowa sebagai bentuk komitmen untuk mempercepat digitalisasi pedagang pasar tradisional dan UMKM lokal.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Director of East Indonesia, Grab Indonesia Halim Wijaya di Baruga Pattingalloang, Kantor Bupati Pemerintah Kabupaten Gowa.

Baca Juga: Jadi Inspektur Peringatan HKN ke 58, Wabup Gowa: Indonesia Segera Bebas dari Pandemi

Bupati Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan menyambut positif kolaborasi dengan Grab, Emtek dan Bukalapak ini.

“Pemerintah Kabupaten Gowa telah berupaya untuk terus mengembangkan UMKM salah satunya dengan digitalisasi,”bebernya.

Sektor ini kata dia terbukti dapat tumbuh dan bahkan kian subur saat pandemi menghantam dan dapat jadi salah satu tulang punggung ekonomi bagi Gowa.

Baca Juga: GrabElectric Tempuh 100 Juta Kilometer Pertama, Sukses Kelilingi Dunia Lebih dari 2.700 Kali

“Oleh karena itu, kami menyambut baik hadirnya program #KotaMasaDepan di Gowa, yang programnya tidak hanya menyasar UMKM tapi juga ke pedagang pasar tradisional. Kami percaya sinergi dengan pihak swasta yang berkompeten di bidangnya seperti Grab, Emtek dan Bukalapak melalui teknologi dan inovasinya dapat menjadikan UMKM Gowa terus berkembang hingga ke pelosok nusantara,” urainya.

Director of East Indonesia, Grab Indonesia, Halim Wijaya mengatakan, Grab bersama Emtek dan Bukalapak memiliki komitmen bersama untuk menjangkau lebih banyak lagi para pelaku UMKM agar merasakan manfaat kehadiran dari ekonomi digital terutama di kota-kota kecil seperti di Gowa melalui program #KotaMasaDepan.

“Semoga kolaborasi ini bisa mendorong kemajuan bagi UMKM di Kabupaten Gowa sehingga menjadi lebih maju dan mampu bersaing hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kami percaya bahwa kota Tier-2 dan Tier-3 dapat juga berkembang asal diberikan peluang dan kesempatan yang sama,” imbuhnya.

Selain kerja sama dengan pemerintah provinsi, program Kota Masa Depan juga akan dilanjutkan dengan kolaborasi bersama Bank Sulselbar untuk memberikan edukasi finansial literasi pada puluhan UMKM lokal yang telah bergabung di program ini.

Baca Juga: Lestarikan Lingkungan, PT Bumi Karsa Bersama Yayasan Hadji Kalla Kembali Tanam Puluhan Ribu Pohon di Gowa

Kegiatan yang berlangsung Oktober mendatang ini akan memberikan pelatihan terkait Pemanfaatan Platform Digital dan Pelatihan Pengaturan Keuangan.

Direktur Operasional Bank Sulselbar Irmayanti Sultan menyebutkan, Inklusi keuangan di Sulawesi Selatan tergolong lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Meskipun demikian, tingkat literasi keuangan masih berada di kisaran 32,46 persen dengan daerah pedesaan lebih rendah di 26,32 persen.

Transaksi digital lewat metode nontunai juga belum begitu populer karena 90  hingga 92 persen masyarakat Sulsel masih menggunakan transaksi tunai.

“Melihat hal itu, kami bekerja sama dengan program Kota Masa Depan yang diinisiasi Grab, Emtek dan Bukalapak untuk membantu UMKM agar lebih cakap literasi keuangannya, termasuk dalam memaksimalkan program kredit usaha untuk mengembangkan bisnis yang dibina masing-masing,” tuturnya.

“Harapannya, melalui pelatihan literasi keuangan yang diberikan dapat mewujudkan pertumbuhan yang inklusif sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi,” tutupnya.

Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk, Sutanto Hartono menyampaikan, melihat respon positif dan antusiasme masyarakat terhadap program yang Emtek jalankan berkolaborasi dengan Grab dan Bukalapak, membangkitkan optimisme kami bahwa program Kota Masa Depan dapat menjadi katalis menuju pertumbuhan perekonomian Indonesia berbasis digital yang semakin inklusif.