Pemkab Sidrap dan SSR Aisyiyah Kerja Sama Berantas Penyakit Tuberculosis dan HIV

Terkini.id, Sidrap – Didukung Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama sejumlah stakeholder lainnya, Aisyiyah Sidrap aktif melakukan aksi kemanusiaan terutama dalam menangani masalah Penyakit TB Paru-paru atau Tuberculosis.

Penyakit ini merupakan penyakit menular yang penularannya sangat cepat bahkan lebih cepat dari penularan penyakit Aids.

Penularan TB Paru dapat terjadi melalui kontak bicara dengan seseorang yang mengidap TB Paru.

Pengobatannya bisa memakan waktu enam bulan lamanya. Dan saat ini Indonesia berada pada peringkat ke-2 sebagai negara penderita TB terbanyak di dunia.

Upaya penanggulangan TB Paru yang dilakukan oleh pemerintah melalui jaringan Kementerian Kesehatan memerlukan dukungan dari masyarakat khususnya komunitas TB-HIV Care.

Karena itulah sehingga Aisyiyah merasa terpanggil melakukan aksi kemanusiaan penanggulangan TB paru yang dilaksanakan berbasis komunitas dengan melibatkan pihak pemerintah dan masyarakat untuk lebih mengoptimalkan peran penanggulangan TB.

Hal itu dibenarkan Koordinator SSR TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Sidrap, Salfiah Sanusi. Selama ini kata Salfiah, SSR TB-HIV Care Aisyiyah Kabupaten Sidrap menggalakkan Program Penanggulangan Tuberculosis -HIV (TB-HIV) berbasis masyarakat.

Pihaknya berupaya berperan serta dalam pembangunan kesehatan di Indonesia dan percapaian target Millenium Development Goals’s (MDGs) no 6 Yakni penurunan angka penyebaran penyakit menular.

Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan terkait upaya penanggulangan TB ini diantaranya peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan masyarakat, peningkatan pemahaman Masyarakat tentang TB melalui pelatihan untuk kader dan tokohmasyarakat/ tokoh Agama dan Pelibatan masyarakat dan Pasien TB dalam penanggulangan TB: melalui kegiatan pencarian suspek, merujuk pasien dan mengawal pengobatan pasien hingga sembuh.

Para kader komunitas TB-HIV lanjut Salfiah, akan melakukan pencarian terduga TB melalui kontak investigasi dengan mengunjungi rumah penderita TB dan melakukan pennyisiran disekitarnya, jika menemukan orang yang dicurigai menderita TB, kader komunitas akan melakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat dan memberikan dukungan hingga sembuh. ‘Aisyiyah juga menyediakan pendampingan minum obat (PMO) selama 6 bulan.

“Upaya penanggulang harus melibatkan banyak pihak, SSR komunitas TB perlu melakukan kerjasama dengan pemerintah dari segi regulasi dan penganggaran. Organisasi Kemasyarakatan lain juga penting dilibatkan agar upaya penanggulangan yang dilakukan bisa efektif dan efisien, “jelas Salfiah.

Selain itu untuk terus mendorong keterlibatan semua pihak, maka ‘SSR –TB-HIV ‘Aisyiyah tidak henti-hentinya melakukan advokasi TB, dengan melibatkan organisasi seperti Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Forum Stop TB Partnership, FPM, KPA, PKK, IBI, MUI, IDI, PPNI, Nasyiah, IMM, Propilaksis, BKPRMI, PWI, LazisMu, yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keterlibatan pemerintah Kabupaten Sidrap disetiap sektor dalam penanggulangan TBC dalam semua sektor seperti anggaran, layanan dan dukungan regulasi.

Sementara Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sidrap, Hj Aryani Tajuddin mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama ini merupakan upaya untuk meningkatkan keterlibatan pemerintah dan semua stakeholder. Penanggulangan TB di Kabupaten Sidrap kata dia, tidak bisa berhasil kalau hanya dilakukan sendiri oleh ‘Aisyiyah, akan tetapi perlu melibatkan semua stakeholder. “Masalah penanggulangan TB ini harus melibatkan semua pihak terutama Pemerintah setempat. Makanya kita terus aktif melakukan berbagai kegiatan untuk menarik keterlibatan semua stake holder yang ada,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Sudirman Bungi. Menurutnya penyakit TB itu memang perlu menjadi perhatian bersama, sehingga pemerintah kata dia tidak segan-segan memfasilitasi berbagai kegiatan terkait penanggulangan TB Paru ini.

“Penyakit TB ini perlu menjadi perhatian kita semua, makanya di tahun 2019 kita mencoba menganggarkan melalui SKPD terkait dan melalui Dana Desa. Hal ini akan kami koordinasikan melalui Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan PPA, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PUPR. Semoga tahun depan upaya penanggulangan TB ini semakin massif,” tandasnya.

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini