Pemkot Makassar Beri Santunan Bagi Warga Meninggal Akibat Covid-19

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar bakal memberikan santunan kepada warga yang meninggal dunia akibat Covid-19. Pelayanan tersebut telah dibuka sejak Juni 2020.

Pemberian bantuan untuk warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 ini, menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementerian Sosial. SE tersebut tentang penanganan perlindungan sosial bagi korban meninggal akibat Covid-19.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Laheru menyebut baru 72 berkas yang masuk untuk mengajukan permohonan dana  santunan korban meninggal akibat Covid-19.

Padahal, Data Dinas Sosial Kota Makassar mencatat, saat ini, sebanyak 425 orang yang telah meninggal dengan status Covid-19. 

Mungkin Anda menyukai ini:

“Sejak bulan Juni lalu sampai sekarang itu sudah sebanyak 72 orang yang sudah kumpul berkasnya. Kalau yang sudah meninggal (Covid-19) sudah banyak, tapi yang kami terima berkasnya disini baru sebanyak 72 orang,” kata Laheru, Selasa, 19 Januari 2021.

Baca Juga: Pimpin Makassar Selama 8 Bulan, Pj Rudy: Saya Tak Pernah...

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran masih kurangnya informasi atau publikasi terkait dana santunan tersebut. Akibatnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui hal tersebut.

“Mungkin karena masih banyak masyarakat yang belum tahu, jadi masih sedikit yang masukan berkasnya,” jelasnya.

Kendati begitu, berdasarkan penelusuran Dinas Sosial, Laheru mengatakan hingga saat ini belum ada satupun dana santunan Covid-19 yang cair. Padahal, dana tersebut dinilai mendesak.

Baca Juga: 338 Kendaraan Dinas Pemerintah Kota Makassar Dikuasai Pihak Ketiga

Selain itu, Laheru mengatakan sudah melakukan validasi dan melengkapi berkas tersebut.

“Kemarin saya cek di provinsi, belum ada yang cair. Untuk kelengkapan berkas kami sudah lengkapi, validasi, dan kami juga sudah datang di provinsi, jadi tinggal dari kementrian,” katanya.

Laheru menyebut tidak tahu penyebab lambannya pencarian dana santunan tersebut. Tugas Dinas Sosial Makassar hanya melakukan verifikasi dan validasi yang dibutuhkan kementrian.

“Jadi kami langsung berhubungan dengan dinas provinsi yang melayani tentang layanan ini, tapi kami juga tidak disampaikan kendalanya apa,” lanjutnya.

Pencairan sendiri dilakukan di rekening masing-masing pemohon atau ahli waris, sehingga tidak melalui perpanjangan tangan dari pemerintah.

“Jadi kalaupun ada yang cair itu lewat rekening langsung yang dikumpul. jadi ada rekening bank yang dikumpul oleh ahli waris, jadi tidak lewat pemerintah atau dinas sosial tetapi langsung lewat rekening yang bersangkutan,” pungkasnya.

Bagikan