Munafri menambahkan, setelah seluruh area tertutup, lokasi penimbunan nantinya hanya akan digunakan untuk residu hasil pemilahan sampah, bukan lagi untuk sampah rumah tangga yang tercampur.
“Pada saat semuanya sudah tertutup, bukaan-bukaan yang ada nantinya bukan lagi untuk sampah rumah tangga yang bercampur, tetapi diisi oleh residu yang sudah melalui proses pemilahan,” tambahnya.
Selain pembenahan di TPA, Pemkot Makassar juga memperkuat sistem pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), tempat penampungan sementara, serta berbagai fasilitas pendukung di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Akan banyak proses yang dilakukan di wilayah kelurahan dan kecamatan, khususnya TPS 3R dan TPS sementara. Ini yang harus cepat dijalankan,” tutur Munafri.
Untuk mempercepat implementasi program tersebut, Pemkot Makassar telah mengumpulkan seluruh camat dan lurah guna memastikan pengelolaan sampah berbasis wilayah dapat berjalan secara serentak dan terintegrasi.
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
- PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Agrikultur melalui Program Electrifying Agriculture
- Dilantik Jadi WD FT Unhas, Dr Hendra Pachri Usung Transformasi Akademik Menuju Daya Saing Global
- Lantik Pengurus PKK, Andi Utta Ajak Perempuan Ambil Peran Strategis dalam Pembangunan Bulukumba
- Prof. Hambali Thalib: UMI Resmi Masuk Jaringan Lembaga Pemeriksa Halal Terakreditasi Nasional
Pada kesempatan itu, Munafri mengungkapkan bahwa progres pembenahan TPA Antang menuju sanitary landfill saat ini telah mencapai lebih dari 40 persen. Penimbunan area terbuka terus dilakukan setiap hari menggunakan material cover soil.
“Sudah menuju di atas 40 persen penimbunannya. Area yang lebih curam sementara masih menjadi lokasi penampungan sampah yang dibawa truk pengangkut,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama belum optimalnya pemilahan sampah dari sumbernya. Sampah yang masuk ke TPA masih banyak dalam kondisi tercampur sehingga menyulitkan proses pengelolaan.
“Belum semua wilayah masif melakukan pemilahan. Masih banyak truk yang datang membawa sampah yang tercampur sehingga bukaan yang seharusnya hanya diisi residu masih harus menampung sampah dalam jumlah besar,” katanya.
Munafri optimistis volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang secara bertahap apabila sistem pemilahan di tingkat masyarakat berjalan maksimal. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah harus diselesaikan sejak dari lingkungan permukiman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
