Pemuda Asal Bombana Terbitkan Buku Perdana

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Menulis merupakan kegiatan yang menurut sebagian orang menyenangkan. Selain sebagai bisa menjadi hobi, juga bisa sarana pembelajaran bagi mereka yang sukar berkata-kata dengan lisannya. Jadi dengan menulis kita mampu mengekspresikan apa yang dirasakan melalui aksara yang tertuang melalui goresan pena.

Seperti halnya Aalfian Aalfean, mahasiswa Fakultas Ushuluddin jurusan Filsafat dan politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar angkatan 2016. Awalnya, dia hanya menulis untuk sekedar melepas penat dari rutinitas yang menjengkelkan sampai akhirnya hasil dari corat-coretnya itu berhasil menghasilkan sebuah buku yang berjudul “judul apa yang cocok untuk buku ini ?”

Buku yang dikerjakan dalam rentang waktu 2017-2019 itu di terbitkan oleh pengurus UKM seni budaya eSA yang berisi kumpulan puisi.

Pemuda yang berasal dari Kabupaten Bombana Selawesi Tenggara itu mengungkapkan mulai tertarik dalam dunia kepenulisan terkhusus puisi pada saat sekolah menengah pertama. Selain itu, tumbuh dan besar di lingkungan desa yang sering melakukan pementasan puisi menambah kecintaannya pada dunia kesusastraan.

“Saya menulis sajak sejak awal-awal masuk SMK, tapi proses saya mengenal dan membaca sajak-sajak itu dimulai ketika masih SMP. Dulu di sekolah, saya ikut ekstrakurikuler bahasa dan sastra. Di ekstrakurikuler itu, kami diajar tentang sastra dan bagaimana membawakan puisi di panggung pementasan. Karena di kampung saya, penampilan seni semacam pembacaan puisi dan drama selalu ada di setiap peringatan hari besar dan kegiatan lainnya. Itu menjadi menarik minat saya sehingga gabung di ekstrakurikuler itu.” Ungkapnya.

Alfian yang saat ini sedang aktif sebagai salah satu anggota organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena (FLP) ranting UIN itu mengaku, bahwa saat menulis membuat hidup yang dirasanya biasa saja menjadi luar biasa, bak menemukan kebebasan dalam dunia tidak nyata yang dituangkan dalam puisinya.

“Saya menulis puisi karena saya merasa bahwa hidup begitu biasa saja dan menurutku, hidup yang luar biasa hanya bisa saya dapatkan dalam puisi, atau dalam karya sastra secara umum. Jadi, sebetulnya, saya menulis puisi hanya untuk menemukan dunia lain yang sebetulnya tidak bisa ditemukan dalam dunia nyata, bahwa dunia itu menawarkan saya kebebasan dengan begitu terbuka, dan saya merasa menemukan kebebasan itu saat menulis, terutama menulis puisi.” Alfian berujar.

Saat ditanya tentang makna dari puisi-puisi yang ditulisnya, Alfian menjawab dengan tenang,

“Dari alasan saya mengapa menulis puisi, membaca puisi-puisi saya sebetulnya punya implikasi yang sama. Bahwa, apa yang kita sebut sebagai sesuatu bisa berupa sesuatu yang lain bagi orang lain atau entah…

Bahwa apa yang kita sebut sebagai diri bisa pula berarti hal lain yang mungkin bukan diri. Semacam itu, semacam berusaha menerjemahkan subjek ke dalam berbagai bentuk. Singkatnya, sebetulnya saya tidak menawarkan pesan secara literer di dalamnya, tetapi setidaknya melalui buku itu, saya menitipkan pengalaman membaca yang tentu bisa menggambarkan kepada pembaca buku saya soal apa yang saya maksud maksud dengan kebebasan dan cara pandang yang lain terhadap sesuatu.”

Alfian juga memberikan pesan kepada siapa saja yang ingin memulai menulis untuk tetap semangat dan jangan terburu-buru. Karena sejatinya menulis itu butuh perhitungan dan keinginan yang matang.

“Jadi tetap semangat menulis, jika kehabisan tenaga, jedalah sejenak, luangkan waktu untuk membaca lebih banyak buku, karena di dalam buku ada banyak tenaga yang siap pakai.”

Penulis muda ini ternyata tidak berhenti sampai sini saja, mengepakkan sayap lebih lebar pada tahun 2020 ini, Alfian tengah mengerjakan proyek naskah puisi yang lebih menantang dengan bentuk dan kemasan yang lebih segar. Gagasannya tentang reinterpretasi atau redefinisi subjek atas identitas diri dan identitas sosialnya. Semoga projek yang sedang dibuatnya bisa berjalan mulus.

Citizen: Kumala Devi, mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Alauddin Makassar

Komentar

Rekomendasi

Antisipasi Virus Corona, Kepala Desa Bontolebang Bersama Perangkatnya Melakukan Penyemprotan Disinfektan Dirumah Warga

Viral Ojol Rela Tersiram Cairan Disinfektan Demi Jaga Orderan, Najwah Shihab Terharu

Pemkot Keluarkan Himbauan, Untuk Para Pelaku Usaha, Begini Isinya

Cegah Covid-19, IZI Sulsel dan YBM PLN Lanjutkan Program 1000 Masker Kain Untuk Masyarakat

Terkait Efektivitas Kuliah Daring Mahasiswa Ini Angkat Bicara

Minimnya APD Dipasaran, Ini Langkah Srikandi Polres Gowa

20 Hari Operasi Antik 2020, Polres Gowa Amankan 23 Pelaku Terduga Kasus Narkoba Dari 17 Penangkapan

Kapolres Gowa : Terima Kasih Kepada Seluruh Personil Polres Gowa Atas Partisipasinya Mengedukasi Warga Akan Bahaya Virus Corona

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar