Pemuda : Jaman Old, Jaman Now, & Jaman Future

Terkini.id, Makassar – Sejarah umat islam pernah mencatat banyak pemuda yang harum namanya karena memuliakan islam. Sejak generasi sahabat hingga Sultan Muhammad Al Fatih yang menaklukkan konstantineopel yang menjadi gerbang tersebarnya islam di Eropa. Kejayaan islam banyak digerakkan oleh barisan kaum muda. Para ulama Salafush-shalih mendidik kaum tunas muda ini agar kelak muncul generasi penerus umat. Mereka paham, menyia-nyiakan pembinaan kaum muda sama artinya dengan merencanakan kehancuran suatu bangsa.

Namun perhatikan salah satu krisis moral pemuda hari ini, di sebuah kampus Islam yakni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar mendapat sentilan hangat dari perilaku seorang mahasiswa fakultas Syariah dan Hukum (FSH) berinisial AA (19). Unit reserse kriminal polsek Somba Opu resmi menetapkan AA sebagai tersangka dalam kasus kamera yang diselipkan pada toilet wanita. Kasus ini dilaporkan oleh pimpinan FSH UIN Alauddin Makassar Somba Opu, JL. Poros Pallangga, Sungguminasa, kamis 7 November 2019.

Perilaku ini dinyatakan masuk dalam ranah tindak pornografi, hal ini selaras terkait pasal 29 Jo pasal 4 ayat 1 huruf d dan atau pasal 35 Jo pasal 9 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi. “Bagi pelaku dapat dikenai ancaman hukuman paling tinggi 12 tahun penjara,” kata kapolsek Somba Opu Kompol Syafei Rivai, Minggu (10/11/2019).

AA merupakan mahasiswa semester lima di kampus UIN Alauddi Makassar. Ia berasal dari Dusun Kaharaeng Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai. Syafei menuturkan AA menyelipkan satu buah kamera (minicam) didepan closed toilet FSH UIN Alauddin. Kamera diarahkan ko closed guna merekam perempuan yang sedang buang air kecil. Pelaku mengambil hasil rekaman kamera setiap satu video untuk ditonton secara pribadi.

Menurut pelaku, rekaman video tersebut tidak akan disebar luaskan tapi hanya dijadikan sebagai koleksi pribadi saja. AA kini telah ditahan oleh polisi, ia mendekam disel tahanan mapolsek Somba Opu, JL poros Malino, Sungguminasa Kabupaten Gowa. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain kamera mini, gawai berjenis Samsung Ace1, serta rekaman video korban berdurasi 51 menit 21 detik. Pelaku mengaku menyimpan kamera mini ditoilet sejak Mei 2019 dan tindak tak senonoh pelaku berakhir setelah 6 bulan beraksi.

Kamera GoPro ini ditemukan dalam toilet wanita Kampus UIN Alauddin Makassar pada kamis 3 Oktober 2019 lalu. Presiden Dema FSH, A. Muh Satriyansyah menceritakan bahwa kamera ini ditemukan pertama kali oleh seorang mahasiswa yang hendak buang air kecil. Mahasiswa itu langsung kaget bahkan syok ketika mengetahui adanya kamera Go Pro yang terpasang. Dengan posisi kamera yang berpotensi merekam alat kelamin perempuan jika ada yang sedang buang air kecil ataupun besar.

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pemasangan kamera Go Pro di toilet kampus tersebut. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Dr H Muamar Muahammad Bakriy memberikan sanksi terhadap AA(19) untuk angkat kaki dari kampus yang terletak di Jl Sultan Alauddin, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Menyikapi perilaku mahasiswa ini, sepatutnya kita merasa prihatin melihat kondisi pemuda hari ini. Pemuda yang seharusnya menjadi penentu masa depan umat. Tapi fakta hari ini justru menunjukkan buruknya kondisi kaum muda hari ini dan tentu saja ini akan membuat suram nasib bangsa dikemudian hari. Rasulullah Saw pernah mengingatkan kaum muslim untuk menjaga masa muda mereka sebaik-baiknya, terkait tuntutan memanfaatkan masa muda sebelum datang masa tua. Dalam kondisi seperti ini, banyak pihak akan saling melempar kesalahan dan menghiraukan akar permasalahn. Padahal semestinya semua harus introspeksi dan berbenah.

Pertama, orang tua adalah pihak yang paling utama dalam pendidikan dan mendidik anak. Namun faktanya, hari ini banyak orang tua yang abai dalam menanamkan keimanan dan adab-adab Islam kepada anak-anak. Orang tua lebih menekankan prestasi belajar ketimbang pembentukan kepribadian Islam. Mereka luput mengajarkan tentang halal-haram dan adab. Terbukti banyak remaja muslim yang pacaran, bahkan terjerumus kedalam seks bebas, tindak kekerasan dan cacat moral lainnya.

Kedua, Negara wajib menyelenggarakan kurikulum pendidikan berbasis agama (Islam). Bukan seperti saat ini, islam dipisahkan dari dunia pendidikan. Berulang Negara malah mencurigai remaja dan pelajarv yang mendalami Islam dengan tudingan terpapar paham Islam radikal. Bahkan sempat muncul tudingan bahwa rohis sekolah menjadi bibit-bibit kemunculan terorisme. Sekolah dan kampus lalu dijadikan sasaran program deradikalisasi ajaran Islam. Akhirnya Islam makin dijauhkan dari dunia pendidikan.

Ketiga aturan sosial dan hukum yang berlaku banyak mengabaikan perlindungan pada moral remaja. Tak ada pencegahan dan sanksi bagi remaja yang melakukan hubungan seks bebas atau aborsi. Belakangan justru menggodong RUU PKS yang justru berpotensi melegalkan seks bebas dan aborsi. Remaja pelaku kekerasan juga kerap lolos Karena dianggap dibawah umur. Karena itu mereka hanya dikenakan pembinaan sekalipun melakukan tindak kejahatan pembunuhan.

Bila kejadian ini terus terjadi, apa seperti ini gambaran pemuda terbaik untuk hari ini dan di masa yang mendatang?

Masa muda hanya sekali, dan waktu tak bisa diputar kembali. Bila masa muda habis untuk memuaskan hawa nafsu, kelak akan datang penyesalan di hari tua. Bahkan tak sedikit manusia yang rusak jiwa dan raganya pada usia muda. Imam Hasan al-Basri pernah berpesan, “wahai kaum pemuda, kadang tanaman yang masih muda pun bisa rusak dan mati karena terkena hama sehingga ia tidak bisa sampai kemasa panennya.”

Para pemuda yang bisa meninggalkan hawa nafsunya yang negatif dan berbuat baik dalam agama Allah, maka Allah akan beri kedudukan yang istimewa kelak pada hari akhir. Hal tersebut sehubungan dengan sabda Nabi saw tentang tujuh golongan manusia yang yang akan dinaungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-nNya, yaitu pemuda yang tumbuh dalam suasana ibadah (ketaatan) kepada Tuhannya. (HR. al-Bukhari)

Untuk itu para pemuda harus melakukan sejumlah hal: Pertama, hujamkan keimanan bahwa islam adalah agama yang paripurna, mengatur urusan dunia dan kahirat, buka sekedar spiritual. Tak ada agama serta sistem kehidupan yang terbaik kecuali hanya islam. Sebagaimana terjemahan firmanNya dalam Q.S Ali Imran ayat 85, “dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima dan diakhirat dia termasuk orang yang rugi”

Kedua, kaji Islam sebagai ideologi, bukan sekedar ilmu pengetahuan. Mereka wajib terikat dengan syariah islam. Dengan terikat pada syariah Islam, pemuda muslim akan menilai baik buruk berdasarkan ajaran Islam. Mulai dari pergaulan dengan lawan jenis, adab kepada orang tua sampai memilih pemimpin akan dilandasi dengan nilai-nilai Islam.

Ketiga, senantiasa memiliki sikap berpihak pada Islam, bukan netral, apalagi oportunis demi mencari keuntungan duniawi. Banyak remaja dan pemuda muslim hari ini bagai pucuk pohon ditiup angina, kemana arah angina bertiup, kesanalah mereka terbawa.

Keempat, terlibat dalam dakwah Islam untuk tegaknya syariah dan khilfah Islam. Sungguh kemuliaan Islam hanya bisa tampak bila umat, khususnya kaum muda senantiasa berdakwah untuk menegakkan Islam.

 

Oleh: Melisa (Aktivis Back to Muslim Identity)

Berita Terkait