Pemuda yang ancam bunuh Jokowi tidak bebas, tetapi diadili dengan cara ini

Roy alias S

Terkini.id – Pemuda yang benama Roy atau S, membuat heboh karena mengancam ingin membunuh dan hina Jokowi, Presiden RI. Menjadi semakin heboh, karena kabar beredar Roy dibebaskan polisi.

Berita itu membuat pemerintah khususnya Presiden Jokowi dikritik, karena membebaskan Roy yang diketahui etnis Tionghoa.

Sementara, sebelumnya, seorang pemuda juga menghina presiden namun dipenjara.

Tidak dibebaskan

Kepolisian RI mengklarifikasi bahwa Roy dibebaskan. Kepolisian memastikan Roy tetap dihukum.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, mengungkapkan, meski Roy masih berusia 16 tahun (di bawah umur), dia tetap diadili.

“Jika dilihat umurnya, masih di bawah umur. Kelakuannya sudah bukan di bawah umur,” kata Setyo seperti dilansir dari viva.co.id, Kamis, 24 Mei 2018.

Setyo mengungkapkan, Roy alias S dijerat dengan Undang-undang Peradilan Anak. “Bisa, bisa (kena pidana). Tapi peradilannya, peradilan anak. Jadi jangan macam-macam, tetap kami kejar (usut),” tandasnya.

Tidak menutup kemungkinan, Roy alias S bakal meringkuk di penjara selama lebih dari setahun. Sebab, berkaca dari kasus serupa yang terjadi di Medan, Sumatra Utara.

Pelaku penghina presiden yang sebelumnya, yang disebut melakukan hal yang sama dengan Roy, berinisial MFB.

MFB diringkus karena bukan cuma menghina Presiden Joko Widodo, tetapi juga Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

MFB divonis hukuman kurungan penjara lebih dari setahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan.

“Dulu ada umur 17 tahun kami tangkap. Nanti prosedurnya dalam pengadilannya, pengadilan anak,” kata Setyo.

Seperti diketahui, sebelumnya, Roy alias S diringkus polisi setelah mengancam akan membunuh Presiden Jokowi, ancaman itu direkam dalam bentuk video dan disebarkan di media sosial.

Dalam rekaman itu, Roy mengatakan ingin membunuh Jokowi dengan cara yang keji, yakni menembaknya, memancung kepalanya dan membakar rumahnya.

“Gua tembak, ini kacung gua. Gua pasung kepalanya. Jokowi gila. Gua bakar rumahnya, Presiden Jokowi, gua tantang elu, cari gua 24 jam, kalau elu enggak cariin gua, gua menang,” seperti itulah kutipan ucapan Roy.

Usai ditangkap polisi di Kembangan, Jakarta Barat, Roy mengaku perbuatan itu dilakukannya karena iseng saja. Bukan benar-benar berniat membunuh Jokowi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini