Pendekar Daeng Gassing, bukti sejarah dunia persilatan Makassar

Selain Jawa, Makassar juga memiliki sejarah dalam dunia persilatan di Indonesia. (Foto/ils)

Terkini.id, – Kawan kawan tahu gak bagaimana hukum yang berlaku di dunia persilatan? Dalam film-film ke-Pendekaran kita kenal hukum yang kuat adalah segalanya, para pendekar naik gunung menimba ilmu, setelah merasa kuat, mereka lantas turun gunung dan mencari lawan tangguh yang popularitasnya tinggi.

Menurut sumber, dunia persilatan ini memang bagian dari kebudayaan manusia, hampir di setiap penjuru bumi memiliki catatan sejarah mengenai dunia persilatan dan para pendekar yang haus kemenangan.

Silat tempo doloe. (Foto/ils)

Makassar tak ketinggalan, dunia persilatannya hampir sama dengan daerah lainnya, perbedaannya hanya masalah nama pendekar, Jika di Jawa ada Jaka Sembung, Jaka Tingkir, Jaka Tarup, di Makassar ada Daeng Gassing atau nama lengkapnya I Tolok Daeng Magassing.

Daeng Gassing atau Magassing ini awalnya memang seorang bangsawan, namun kekecewaannya pada orang-orang kerajaan yang memilih lunak pada VOC belanda, membuat Daeng Gassing memilih mengumpulkan teman dan anak buahnya untuk melawan dengan gerilya.

Silat tempo doloe. (Foto/ils)

Dunia persilatan di Makassar terbilang maju. Sebabnya, para pendekar justru lebih banyak mengadu silat demi hal politis. Seperti Daeng Gassing, Ia melakukan aksinya sebagai jalan untuk memberikan tantangan bagi kerajaan yang lunak pada VOC.

Selain itu bukti bahwa Makassar adalah wilayah dengan budaya kependekaran adalah Siri’ Na Pacce, dalam hal ini spirit kependekaran bisa saja terpancing dan meluap kalau-kalau sudah menyinggung soal siri’ atau malu.

Siri’ sebenarnya tidak melulu soal ego tapi lebih pada teguran moral pada mereka yang sudah melanggar hak-hak orang lain. Demi menegakkan kembali kehormatan tidak jarang para pendekar Makassar akan duel dalam sarung.

Berita Terkait
Komentar
Terkini