Pendiri Gereja yang Dijuluki ‘Anak Tuhan’ Paksa Gadis-Gadis Berhubungan Seks Dengannya

Terkini.id, Internasional – Apollo Carreon Quiboloy, pendiri sebuah gereja di Filipina dijuluki ‘Anak Tuhan yang Ditunjuk’. Kini ia tengah menghadapi dakwaan terkait tuduhaan perdagangan gadis-gadis muda dan pemaksaan berhubungan seks di Pengadilan Amerika Serikat.

Menurut Departemen Kehakiman AS, Quiboloy dalam aksinya mengancam para gadis muda dengan “kutukan abadi” jika mereka menolak segala permintaannya termasuk berhubungan seks ‘tugas malam’.

Selanjutnya Departemen Kehakiman mengatakan Quilboloy mengumpulkan uang tunai berkedok amal yang berbasis di California. Uang tersebut digunakan untuk biaya hidupnya yang mewah serta merekrut para gadis muda di Filipina yang akan dibawa ke AS untuk bekerja di sebuah gereja bernama Kingdom of Jesus Christ, The Name Above Every Name (KOJC).

Diketahui bahwa Quilboloy disebut-sebut sebagai sekutu sekutu Presiden Rodrigo Duterte. Kini pria 71 tahun tersebut bersama dengan dua terdakwa lainnya sekarang didakwa dengan perdagangan seks perempuan.

“Para korban menyiapkan makanan Quiboloy, membersihkan tempat tinggalnya, memberinya pijatan dan diminta untuk berhubungan seks dengan Quiboloy dalam apa yang oleh para pastoral disebut ‘tugas malam’,” kata Departemen Kehakiman AS.

“Terdakwa Quiboloy dan administrator KOJC lainnya memaksa pastoral untuk melakukan ‘tugas malam’–yaitu, seks–dengan terdakwa Quiboloy di bawah ancaman pelecehan fisik dan verbal dan kutukan abadi,” lanjutnya, dilansir dari OkeZone.

Dikabarkan bahwa Quiboloy, yang memelihara tempat tinggal besar di Hawaii, Las Vegas, dan pinggiran kota Los Angeles yang megah, diperkirakan berada di Davao City, di Filipina, bersama dengan dua orang lainnya yang disebutkan dalam dakwaan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa jaksa Amerika Serikat pada Kamis 18 November 2021 mengatakan dakwaan setebal 74 halaman mendakwa Quiboloy atas perbuatannya.

Jaksa mendakwa sembilan terdakwa karena berpartisipasi dalam skema ketika anggota gereja dibawa ke AS menggunakan visa yang diperoleh secara curang dan dipaksa untuk meminta sumbangan ke badan amal anak-anak palsu.

Bagikan