Penduduk Miskin Berkurang, Gini Ratio Sulsel Turun di Bulan Maret

Terkini.id, Jakarta – BPS Sulawesi Selatan mencatat, pada Maret 2019 tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sulawesi Selatan yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,389.

Angka tersebut turun dibandingkan Maret 2018 yang besarnya 0,397.

BPS melalui rilis resmi pada Senin 15 Juli 2019 juga mencatat Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2019 sebesar 0,394, sementara Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2019 sebesar 0,345.

Selama periode Maret 2018 – Maret 2019, distribusi pengeluaran dari kelompok penduduk 40 persen terbawah menunjukkan indikasi yang meningkat, yaitu dari 16,30 persen pada Maret 2018 menjadi 17,02 persen pada Maret 2019.

Di daerah perkotaan, distribusi pengeluaran kelompok 40 persen terbawah pada periode Maret 2018 – Maret 2019 juga menunjukkan peningkatan yaitu dari 16,09 persen menjadi 16,29 persen. Sama halnya di daerah perdesaan, kontribusi pengeluaran penduduk 40 persen terbawah naik dari 18,00 persen pada Maret 2018 menjadi 18,92 persen pada Maret 2019.

Perkembangan Gini Ratio Sulawesi Selatan Salah satu ukuran ketimpangan yang sering digunakan adalah Gini Ratio.

Nilai Gini Ratio berkisar antara 0-1. Semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi.

Gini ratio di Provinsi Sulawesi Selatan berfluktuasi dari waktu ke waktu. Gini Ratio pada September 2014 tercatat sebesar 0,448 dan menurun hingga September 2015 menjadi 0,404. Gini ratio meningkat kembali menjadi 0,426 pada Maret 2016. Pada Maret 2019, Gini Ratio tercatat sebesar 0,389. Turun jika dibandingkan Maret 2018, namun naik jika dibandingkan dengan September 2018.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2018 – Maret 2019 Gini Ratio di daerah perkotaan mengalami kenaikan dari 0,392 pada Maret 2018 menjadi 0,394 pada Maret 2019.

Sebaliknya di daerah perdesaan nilai Gini Ratio mengalami penurunan dari 0,361 pada Maret 2018 menjadi 0,345 pada Maret 2019.

Di samping Gini Ratio ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia.

Berdasarkan ukuran ini tingkat ketimpangan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah angkanya di bawah 12 persen, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 1217 persen, serta ketimpangan rendah jika angkanya berada di atas 17 persen.

Pada Maret 2019, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,02 persen yang berarti ada pada kategori ketimpangan sedang.

Kondisi ini menunjukkan adanya kenaikan dibanding kondisi Maret 2018 yang besarnya 16,30 persen.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perkotaan tercatat sebesar 16,29 yang berarti ada pada kategori ketimpangan sedang.

Kondisi ini juga mengarah kepada kenaikan distribusi pengeluaran dibanding kondisi Maret 2018 yang sebesar 16,09 persen.

Sementara di daerah perdesaan, persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah tercatat sebesar 18,92 persen yang berarti juga ada pada kategori ketimpangan rendah tetapi angkanya juga meningkat dibandingkan kondisi Maret 2018 yang sebesar 18 persen.

Berita Terkait
Komentar
Terkini