Penemuan Mumi Diduga Jenazah Alien, Begini Kata Peneliti

Mumi Ata yang diduga alien.(BBC)

Terkini.id, Jakarta – Sesosok Mumi yang diketahui bernama Ata sebelumnya sekitar tahun 2002-2003 lalu di sebuah kota terpencil dekat gurun Atacama, Chili.

Mumi tersebut saat itu membuat heboh, karena bentuk tubuhnya seperti alien. Terdiri dari tulang padat, berukuran kecil, dan tengkorak lonjong.

Masyarakat pun mengiranya jenazah alien atau hewan primata lain yang tidak diketahui.

Nah, terkait hal tersebut studi terbaru yang dipublikasi di jurnal Genome Research mengkonfirmasi bahwa Ata adalah manusia.

Investigasi genetik menemukan bahwa mumi Ata adalah jenazah seorang anak perempuan yang memiliki beberapa mutasi.

Hal ini kemungkinan membuat Ata mengalami berbagai kondisi seperti dwarfisme, skoliosis, dan abnormalitas pada jaringan tulang dan otot.

Dilihat dari maturitas tulang awalnya, peneliti sebelumnya menyangka bahwa Ata berusia 6-8 tahun ketika meninggal. Akan tetapi setelah diteliti lagi disesuaikan dengan kondisi genetiknya Ata kemungkinan besar meninggal di dalam rahim atau tidak lama setelah lahir.

“Apa yang terlihat sangat mencolok dan membuat kita berspekulasi awal adalah keanehan yang ada pada tulangnya, terlihat matang dari kepadatan dan bentuk,” terang Profesor Garry Nolan ahli mikrobiologi dan imunologi dari Stanford University School of Medicine.

Baca :Ini Pesawat Tercepat di Dunia, Jakarta ke Jeddah Cuma 3,5 Jam!
Ukuran mumi Ata.(Dr. Emery Smith/AFP)

“Kematangan tulang membuat tubuhnya terlihat dewasa meski spesimen sendiri berukuran kecil. Hal ini membuat para peneliti terdorong untuk melakukan riset. Sehingga sekarang kami percaya bahwa satu atau beberapa mutasi genetik penyebabnya,” lanjut Prof Garry.

Menurut peneliti Ata kemungkinan meninggal karena kecacatannya membuat ia sulit untuk makan. Umur muminya masih cukup muda yaitu tidak lebih dari 40 tahun.

“Bermula dari cerita penemuan alien yang meledak hingga internasional, tapi sebetulnya ini cerita tragedi. Seorang wanita melahirkan anak cacat, mengawetkannya menjadi mumi, lalu menjualnya,” kata Prof Garry.