Masuk

Kamaruddin Simanjuntak Sebut Ferdy Sambo Diduga Pernah Lobi Istana Negara

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kamaruddin Simanjuntak selaku pengacara Brigadir J alias Brigadir Yoshua mengatakan Ferdy Sambo diduga pernah mencoba untuk melobi Istana Negara melalui salah satu lembaga kementerian.

Tindakan Ferdy Sambo ini diduga melibatkan pimpinan komisi DPR RI dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Namun demikian, terkait apakah upaya Ferdy Sambo yang mencoba melobi Istana Negara berhasil atau tidak, Kamaruddin Simanjuntak tidak mengetahuinya.

Baca Juga: Sambo Minta Bharada E Dipecat dari Polri, Ronny Talapessy: Aneh

Selain Kemensetneg, Kamaruddin Simanjuntak berujar pimpinan komisi DPR RI ini juga diduga melobi salah satu kementerian yang dipimpin oleh mantan pejabat tinggi Polri.

“Salah satu ketua komisi dewan dimanfaatkan oleh Ferdy Sambo untuk melobi istana melalui salah satu kementerian, yaitu kementerian sekretaris negara. Berhasil apa tidak saya tidak tahu. Tetapi yang jelas berdasarkan informasi intelijen itu digunakan, kan begitu, Ketua Komisi DPR ini, kemudian juga melobi Kementerian yang lain yang menterinya itu eks Polri,” ujar Kamaruddin Simanjuntak, dikutip terkini.id dari suara.com, Sabtu 17 September 2022.

Oleh karena itu, Kamaruddin Simanjuntak berharap Presiden Jokowi membentuk tim independen guna adanya dugaan keterlibatan pimpinan komisi DPR RI dalam kasus Ferdy Sambo.

Baca Juga: Terungkap Alasan Ferdy Sambo Tidak Laporkan Kejadian di Magelang

“Saya terus mendorong Pak Presiden untuk membentuk tim independen, alasannya adalah karena ada keterlibatan juga dari dewan,” kata Kamaruddin Simanjuntak.

Lalu, Kamaruddin Simanjuntak berpendapat tidak mudah untuk membongkar siapa saja pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini.

“Karena saya sudah memahami perkara ini sejak awal, berdasarkan informasi-informasi dari intelijen saya yang menyatakan banyaknya keterlibatan para pihak mulai daripada Polres, Polda, Pidum Polri dan Propam kan begitu,” tutur Kamaruddin Simanjuntak.

Lebih lanjut, Kamaruddin Simanjuntak menilai semestinya jumlah tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J adalah sembilan sampai sepuluh orang.

Baca Juga: Ferdy Sambo: Istri Saya Diperkosa Yosua, Tidak Ada Motif Lain Apalagi Perselingkuhan

Sebagai informasi, sampai berita ini diturunkan, terdapat lima tersangka utama dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Lima tersangka yang dimaksud yaitu Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

Pihak kepolisian menyatakan peran Bharada E dalam kasus tersebut yakni sebagai penembak pada saat peristiwa eksekusi Brigadir J yang terjadi pada 8 Juli 2022.

Sedangkan peran Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf dan Putri Candrawathi yaitu dianggap mengetahui dan menyaksikan pembunuhan Brigadir J.

Berdasarkan hasil penyidikan Tim Khusus Polri, Ferdy Sambo adalah otak dari dibalik pembunuhan Brigadir J.

Seluruh tersangka akan dijerat ketentuan yang terdapat dalam Pasal 340 juncto 338 juncto 55 dan 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana.