Pengakuan Saksi: 25 Pekerja Trans Papua Digiring ke Hutan dan Diberondong Peluru

Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Sambil tangan diikat dan disuruh jalan jongkok, 25 pekerja jembatan Trans Papua itu ditembaki membabi buta oleh para separatis

Terkini.id – Kronologi pembantaian puluhan pekerja proyek jembatan Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) terungkap.

Salah satunya diungkap oleh Jimmy Aritonang, saksi mata yang juga korban lolos.

Jimmy Aritonang, yang merupakan Karyawan PT Istaka Karya, menceritakan peristiwa sadis yang mereka alami dan cerita hingga ia sendiri bisa lolos dan melarikan diri.

Jimmy menceritakan kronologi itu kepada anggota TNI yang melakukan evakuasi para korban penembakan.

Cerita Jimmy ini disampaikan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Aidi menceritakan, awalnya seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan tidak bekerja pada 1 Desember karena hari itu adalah Hari Kemerdekaan KKSB.

“Pada tanggal 1 Desember 2018 itu, seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan tidak bekerja hari itu ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKSB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu (pesta memasak dan makan bersama warga papua) bersama masyarakat,” kata Kolonel Inf Muhammad Aidi, seperti dilansir detikcom, Rabu 5 Desember 2018.

Baca :Polisi temukan HP warna emas Rafika Hasanuddin

KKSB kemudian tiba-tiba mendatangi kemah atau kamp karyawan PT Istaka, sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka memaksa para pekerja keluar menuju Kali Karunggame.

Saat berjalan keluar, para pekerja diikat tangannya dengan dikawal KKSB yang memakai senjata.

“KKSB memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar. Selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standar militer,” tutur Aidi menyampaikan cerita Jimmy.

Dia menyebutkan, seluruh pekerja disuruh keluar dan berbaris berjalan jongkok dengan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo.

“Tidak lama kemudian para KKSB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat. Sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” jelas dia.

Dia menyebutkan, ada 11 karyawan yang pura-pura meninggal. Satu di antara 11 karyawan tersebut adalah Jimmy. Mereka kemudian meninggalkan lokasi setelah KKSB melanjutkan perjalanannya ke Puncak Kabo.
Saat karyawan melarikan diri, ada KKSB yang melihat dan langsung menembaki mereka termasuk Jimmy.

Baca :Kejam! 31 Pekerja Jalan Trans Papua Dibunuh KKB

“Mereka terlihat oleh KKSB sehingga mereka dikejar. Lima orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah, 2 orang di antaranya belum ditemukan sedangkan 4 orang (di antaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” tutur dia.

“Menurut keterangan saudara JA (Jimmy Aritonang) jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang,” kata Aidi.

Aldi menambahkan Satgas gabungan TNI-Polri sudah berhasil menguasai Mbua dan melaksanakan evakuasi korban.