Pengertian dan jenis-jenis pasar, ini penjelasannya

Pengertian dan jenis-jenis pasar. (Foto/e-dakwah)

Terkini.id, – Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli dan mendapatkan legalitas dari pemerintah, baik berupa Perda maupun Peraturan Pemerintah.

Sedangkan pemasaran adalah kegiatan menghubungkan penjual dan pembeli akhir. Pemasaran berasal dari bahasa inggris yaitu marketing.

Sejarahnya berasal dari revolusi industry, kata dasar marketing adalah market yang berarti pasar. Adapun bagian-bagian dari pemasaran yakni promosi, transport, pergudangan, sales, SPG, distribusi, diskon, pemasangan harga, iklan dll.

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis pasar.

1. Pasar monopoli

(Foto/ils)

Pasar monopoli adalah pasar yang hanya terdapat satu penjual atau produsen, terbatas dan berhak menentukan harga. Pasar monopoli banyak dikuasai oleh pemerintah yang mengambil kebijakan agar tidak merugikan masyarakat.

Pasar monopoli ini terdiri dari Pertamina, PLN, Kereta Api dan Pesawat. Adapun ciri-ciri dari pasar monopoli diantaranya, produsen hanya satu, bahan terbatas, dan berhak menentukan harga karena tidak ada pesaing.

2. Pasar duopoly

(Foto/ils)

Pasar duopoly adalah pasar yang hanya terdapat dua penjual dan berhak menentukan harga ketika melakukan kartel (kerja sama dalam bidang perdagangan). Misalnya pasar Ramayana dan Shooroom.

Ciri-ciri dari pasar duopoly yakni hanya terdapat dua penjual dan berhak menentukan harga, hanya satu sistem manajemen namun memiliki banyak produk.

3. Pasar monopsony

(Foto/ils)

Pasar monopsony adalah pasar yang di dalamnya terdapat banyak penjual tetapi pembelinya hanya satu sehingga diperlukan intervensi pemerintah. Misalnya pasar BULOG. Ciri-ciri dari pasar monopsony diantaranya, banyak penjual, sedikit pembeli, Pemerintah ikut campur di dalamnya.

4. Pasar oligopoly

(Foto/ils)

Pasar oligopoly adalah pasar yang di dalamnya banyak penjual dan pembelinya terbatas sehingga sulit untuk menentukan kebijakan pasar misalnya industri semen dan rokok. Ciri-ciri pasar oligopoly yakni banyak penjual dan sedikit pembeli.

5. Pasar liberal

(Foto/ils)

Pasar liberal merupakan pasar yang di dalamnya terdapat banyak penjual dan pembeli serta sulit menentukan harga.

Jenis-jenis pasar liberal diantaranya, Asean Free Trade Area (AFTA), Organization Of Petroleum Exporting Countries (OPEC), Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dan International Labour Organization (ILO).

6. Black market

(Foto/ils)

Black market merupakan pasar yang di dalamnya diperjualbelikan barang-barang selundupan.

Komentar

Rekomendasi

Berkebun di Rumah Selama social distancing Pandemi Covid-19

Aktor ini Tulis Puisi untuk Jurnalis Tangguh yang Meliput Wabah Corona

Penyandang Disabilitas di Makassar Produksi Masker Atasi Kelangkaan di Tengah Wabah Corona

Ini Pesan dan Ajakan Aryo Wijoseno Guna Lawan Corona

Cegah Virus Corona, AMPHURI Bersama PCNU Bakal Gelar Doa dan Zikir

Syamsul, 10 Tahun Mengikis Gunung Pakai Linggis yang Ketiban Rezeki Umrah

Peringati Hari Kanker Sedunia, Karyawan Best Western Makassar Kenakan Pita

Tak Banyak yang Tahu, Inilah Orang Pertama di Indonesia yang Diangkat Jadi PNS

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar