Penggemukan Sapi Menjadi Usaha Pilihan Mahasiswa Polbangtan untuk Mengembangkan Potensi Diri

Bone – Mahasiswa Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan Program PWMP (Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian) Kampus II Politehnik Pertanian Pembangunan ( POLBANGTAN ) Gowa jurusan pertanian di Dusun Bakunge, Desa Mappesangka, Desa Turu Adae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.,Rabu (2/12/20)

Muhammad Iksan Khamal Hidayat selaku mahasiswa yang melakukan pendampingan dan ditemani tiga orang rekannya yaitu Elsa, Zalza, dan Failah. Kegiatan ini terjadi karena sesuai dengan arahan kementerian pertanian untuk mahasiswa POLBANGTAN agar dapat mengembangkan potensi mahasiswa dari sekarang untuk menciptakan lapangan kerja yang banyak dibidang pertanian maupun peternakan.

Program ini dilakukan untuk mengembangkan potensi diri untuk meraih keahlian dan kompetensi serta menjadi insan cerdas, kreatif dan inovatif serta mampu memanfaatkan iptek dalam bidang pertanian dan peternakan. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah melalukan pemeliharan sapi untuk pengemukan lalu di jual ke konsumen. Proses pemeliharaan tersebut dilakukan dengan memberikan pakan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Untuk sistem pemeliharanya yaitu menggunakan sistem kandang intensif sehingga mudah untuk memenuhi nutrisi pakan yang di butuhkan untuk proses penggemukan,”ujar Iksan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Ia pun meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.  Menteri SYL menambahkan, PWMP yang dihadirkan Kementan diharapkan bisa mencetak generasi milenial menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian. Menurutnya, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebab, kaum milenial mulai sadar bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa batas jangka panjang. “Ke depan, generasi muda pertanian bukanlah pekerja bidang pertanian, tetapi menjadi pelaku usaha pertanian. Regenerasi petani menjadi hal yang penting dan utama sekarang ini,” papar Mentan,

Mungkin Anda menyukai ini:

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi juga memberikan apresiasi untuk hal tersebut. Menurut Dedi Nursyamsi, dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan pertanian Indonesia. “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” papar Dedi.

Bagikan