Penghinaan dan Intoleransi

Jika pemerintah mendiamkan maka boleh jadi timbul kesalahpahaman jangan-jangan ini menjadi bagian dari phobia yang sedang dipiara.

Jika peristiwa ini kita kaitkan dengan Islamophobia maka harusnya mengingatkan kita, khususnya pemerintah, untuk segera menyikapi Resolusi SMU-PBB tentang anti Islamophobia bulan Maret lalu. 

Bahwa dengan disahkannya Resolusi itu pemerintah tidak lagi ada alasan untuk malu-malu kucing untuk merektifikasi dan menindak lanjutinya dalam bentuk perundang-undangan.

Baca Juga: Sindir Polri, Dede Budhyarto: Super Suryo, Sudah Sebulan Lebih, Boro-boro...

Saya mengapresiasi sikap tegas dan kebijakan Pemerintah Daerah DKI yang menghentikan izin operasi seluruh outlets Holywings di Jakarta. 

Ini bukan masalah toleransi dan intoleransi. Tapi ini masalah keadilan dan penegakan hukum. 

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Maafkan Holywings, Netizen: Menteri Investasi Ngapain Ikut Campur...

Pemerintah memang seharusnya hadir untuk menghadirkan  kepastian hukum. Sehingga masyarakat tidak meraba-raba, apalagi main hukum sendiri.

Saya yakin semua Umat tidak ingin tokoh-tokoh agamanya dikaitkan dengan hal-hal yang jelas dilarang dalam agama itu. 

Mungkin alkohol tidak dilarang dalam agama Kristiani. Tapi Saya yakin mengaitkan nama figur terhormat, Maria atau Maryam, itu sangat melecehkan. 

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Maafkan Holywings, Netizen: Menteri Investasi Ngapain Ikut Campur...

Karena haram ataupun tidak dalam ajaran agama (kristiani) common sense mengatakan alkohol itu sering jadi jalan keburukan.

Karenanya kejadian ini menjadi pembuka mata untuk semua. Tapi lebih khusus lagi untuk pemerintah agar segera meraktifikasi Resolusi PBB tentang Islamophobia. 

Dan secara khusus lagi tertantang untuk jeli dan sigap dalam mengambil sikap untuk menjaga kehormatan agama dan me memelihara sensitifitas pemeluknya.

1 2
Show All
Bagikan