Makassar Terkini
Masuk

Daeng Naba, Setia Melestarikan Atap Nipah

Masihkah pembaca, mengingat atap nipah ?

Jika masih mengingatnya, dibalik eksotisme suara rintik hujan di pelepah atap nipah, serta ditambah bau yang khas dari daun tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi kita semua.

Suara riak air Sungai Tallo, terletak di pesisir Jalan Lingkar tengah , menghubungkan ruas Jalan Perintis Kemerdekaan dan Antang Raya, Makassar Sulawesi Selatan. berbaur menjadi satu dalam serutan pisau pembelah batang bambu dan batang nipah.

Menurut Daeng Naba, salah satu pengrajin atap nipa (Nipah) yang ada di Kota Makassar. tehnik membuat atap nipah telah dilakoninya selama berpuluh tahun disamping kegiatannya mengolah beberapa petak lahan sawah di Jalan Middle Ring Road.

“Adapun tehnik pembuatannya yakni Siapkan bahan terdiri dari bambu , daun nipah dan batangnya, kemudian pelepah dari daun nipah tersebut di raut lalu dirangkai dengan melipat lalu menganyam susunan daun nipah tersebut dengan tehnik patinting atau anyaman tali dari batang nipah,” jelas Daeng Naba yang juga berdomisili di Bontobila Jalan Abdullah Daeng Sirua.

Dengan penuh unsur kearifan lokal , menggunakan teknik rangkaian anyaman sebaris, adapun bahan bahannya yakni bambu, daun nipah, tali atau paninting dari batang nipah yang diraut.

Setelah tersusun rapi lipatannya, kemudian diikatkan dengan media bambu ke pelepah daun nipah tersebut. Dan setelah jadi, susunan daun nipah tersebut atau lazim disebut Bangkawang dalam Bahasa Makassar ( selembar atap nipah yang siap dipakai), selanjutnya siap dipergunakan pada media atap.

Pohon Nipah ini telah lama menjadi salah satu pohon yang berguna terutama di masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya.

Penggunaan atap nipah ini banyak dipergunakan di rumah rumah tradisional Sulawesi Selatan serta para pencinta bangunan bergaya etnik.

Keuntungan memakai atap nipah ini selain ramah lingkungan juga tidak menyerap sengatan panas dari matahari.

Strukturnya sangat unik serta dengan bahan baku yang mudah didapatkan, menjadi salah satu keunggulannya.

Namun dibalik keunggulan, atap nipah ini juga menyimpan kelemahan yakni waktu pemakaian yang rentan terhadap perubahan cuaca dalam beberapa tahun, serta para pengrajin atap nipah mulai sulit ditemukan.

Tertarik melestarikan penggunaan atap nipah ?