Makassar Terkini
Masuk

Pengukuhan DPW dan DPD Apkasindo Perjuangan Sulsel Sekaligus FGD 2022

Terkini.id, Makassar – Ketua Umum Pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perjuangan, H Alpian Arahman SE, mengukuhkan pengurus DPW dan DPD Apkasindo Perjuangan Propinsi Sulawesi Selatan periode 2021 – 2026 pada Rabu 10 Agustus 2022 di Hotel Myko Makassar Sulawesi Selatan.  

Pengukuhan DPW Apkasindo Perjuangan Sulawesi Selatan dan beberapa DPD Apkasindo Perjuangan di Sulsel ini ditandai dengan pengucapan sumpah sekaligus penyerahan pataka secara simbolis serta penyematan pink kepada para ketua yang baru dilantik.

 
Lalu dilanjutkan dengan penandatangan berita acara pengukuhan pengurus oleh Ketua Ketua Umum Pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perjuangan, H Alpian Arahman SE, Ketua DPW Apkasindo Perjuangan Sulawesi Selatan yakni Ir H Asri Palembang, MP, dan Ketua Apkasindo di 5 kabupaten di Sulsel yang sudah terbentuk.

Pengukuhan ini juga dirangkaikan Fokus Group Discussion (FGD) 2022 mengusung tema mempercepat realisasi peremajaan sawit rakyat, sarana prasarana dan pengembangan sumber daya manusia pekebun sawit untuk memperbaiki tata kelola sawit Indonesia berkelanjutan. 

Pelantikan Apkasindo Perjuangan Sulawesi Selatan

Ketua DPW Apkasindo Perjuangan Sulawesi Selatan periode 2022-2026, Ir H Asri Paremma, MP adapun yang dikukuhkan antara lain, DPW Apkasindo Perjuangan dan lima DPD Apkasindo Perjuangan masing-masing Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Wajo, Pinrang dan Sidrap.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus yang telah mempercayakan dirinya sebagai Ketua DPW Apkasindo Perjuangan Sulawesi Selatan.

“Berharap semoga DPW dan DPD Apkasindo Perjuangan se Sulawesi Selatan sukses, petani maju. Kami juga berharap ke depan petani meningkat produktifitas dan mutu yang standar untuk memperoleh  price (wajar) sehingga pelaku usaha berjalan yang saling menguntungkan,”bebernya.

“Semoga Apkasindo Perjuangan Sulawesi Selatan bisa berperan memikirkan perkembangan hasil buah kelapa sawit dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani sawit di Sulawesi Selatan,”imbuhnya.

Masih kata dia, pada pelantikan dan pengukuhan ini juga turut dirangkaikan FGD 2022.

Sementara itu, Ketua Umum Apkasindo Perjuangan, Alpian Arahman dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkebunan berperan strategis dalam pemecahan agenda besar pembangunan ekonomi nasional, seperti: membuka kesempatan kerja, penanggulangan kemiskinan, pembangunan daerah, peningkatan ekspor dan daya dorong tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal pada sektor terkait.

Pemerintahan Propinsi Sulawesi Selatan ditargetkan oleh pemerintahan pusat PSR seluas 14.000 ha di 2 Kabupaten dan Kota. Realisasi sudah 15 persen rekomteknya 7.168 ha, penanaman 2.101 ha. 

Karena masih rendahnya realisasi PSR tersebut baru 15%, Sapras & SDM maka perlu kita melakukan kegiatan FGD pada hari ini dengan tujuan supaya PSR, Sapras & SDM di Provinsi Sulawesi Selatan bisa mengalami peningkatan secara signifikan. 

“Saya sebagai ketua umum asosiasi petani kelapa sawit Indonesia perjuangan (APKASINDO PERJUANGAN) berharap dengan hadirnya program PSR, Sapras & SDM yang didanai oleh BPDPKS merupakan program resmi kementrian Pertanian RI. Ini membuktikan keseriusan pemerintah untuk merangkul & membantu petani kelapa sawit sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan kemajuan sawit Indonesia. Olehnya seluruh petani sawit di Sulawesi Selatan dapat memanfaatkan kuota tersebut semaksimal mungkin yang telah diberikan oleh pemerintah sehingga dapat meningkatkan perekonomian yang lebih baik,” urainya.

“Perlu kami sampaikan bahwa, eksport CPO dengan kategori non migas menyumbang devisa negara pada tahun 2021 kurang lebih sebesar Rp 451 Triliun menjadi sumbangan terbesar untuk devisa Negara RI yang ikut terlibat bersamaan langsung di sektor perkebunan kelapa sawit kurang lebih 5 juta petani sawit, serta tenaga kerja yang terlibat di dalam sektor ada 17 juta orang.

Seperti kita ketahui, seiring dengan berjalannya waktu sawit rakyat mandiri tumbuh dan berkembang cukup signifikan, pada saat ini perlu kami sampaikan data yang kami terima dari Kementrian terkait sawit rakyat sudah menyentuh angka 42 persen dan perusahaan 58 persen. 

“Total perkebunan sawit di seluruh bumi nusantara Indonesia ada sekitar 16 juta ha dari angka tsb. Ada sekitar 7 juta HA sawit milik 
petani. Untuk perusahaan besar dgn adanya moratorium dari presiden Republik Indonesia tidak boleh ekspansi atau membuka lahan baru kecuali untuk sawit rakyat,” ujarnya. 

PSR tersebut kata dia baru 15%, Sapras & SDM maka perlu kita melakukan kegiatan FGD pada hari ini dengan tujuan supaya PSR, Sapras & SDM di Sulawesi Selatan bisa mengalami peningkatan secara signifikan. 

“Saya sebagai ketua umum asosiasi petani kelapa sawit  Indonesia perjuangan (APKASINDO PERJUANGAN) berharap dengan hadirnya program PSR, Sapras & SDM yang didanai oleh BPDPKS merupakan program resmi, ” jelasnya. 
Ia juga menyampaikan provinsi Sulawesi Selatan merupakan pintu masuk untuk wilayah Indonesia bagian timur untuk itu saya berharap Apkasindo Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan Supaya menjadi Penggerak kebersamaan petani sawit dengan koorporasi terkhusus dengan harga TBS yang saat ini masih rendah di Provinsi Sulawesi Selatan. 

“Selanjutnya saya ingin sampaikan profesi petani sawit merupakan profesi yang sangat mulia ayo kita sama sama yang hadir pada kesempatan ini kita harus terus berjuang berupaya supaya petani sawit dapat naik kelas menjadi petani yang professional menikmati keuntungan yang tinggi dari kebunnya dalam hal ini kami menyarankan supaya petani sawit untuk berkelompok sekaligus bermitra dengan 
Stokholder terkait,” tuturnya.

Acara ini turut dihadiri Direktur Jendral Perkebunan Kementan RI, Dirut BPDPKS, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan atau yang mewakili, Pangdam XIV Hasanuddin Provinsi Sulawesi Selatan atau mewakili, Kapolda Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua dan unsur Pimpnan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Ir. H. Haris Yasin Limpo MM selalu Ketua Pembina Apkasindo Perjuangan Provinsi Sulsel, Rektor UIN Alauddin Makassar yang diwakilkan oleh Prof Dr H Abd Rasyid Masri, S Ag M Pd M Si MM .