Penimbun BBM Ilegal Mengaku Dibekingi Oknum Polisi, Ini Kata Kapolres Jeneponto

Bos dari penimbun BBM ilegal di Jeneponto, Basri (40)

Terkini.id, Jeneponto – Lima pelaku penimbun BBM jenis premium yang diamankan di Makodim 1425 Jeneponto mengaku dibekingi oleh oknum anggota Polres Jeneponto.

Basri (40) Warga warga Barayya Desa Barayya Kecamatan Bontoramba kepada awak media mengaku beroperasi selama beberapa bulan, dan mengambil BBM jenis premium di SPBU Kalukuan.

“Ini saya lakukan sudah beberapa bulan, jumlah anggota saya 23 orang, 15 mobil dan delapan motor, saya mengambil bensin di SPBU Kalukuan, biasanya dalam satu hari enam kali angkut,” kata Basri.

Lebih lanjut, Basri mengaku didepan anggota Kodim 1425 Jeneponto bahwa dia dan temannya berani melakukan itu karena dilindungi oleh oknum polisi anggota Polres Jeneponto.

“Saya dan teman-teman berani melakukan ini karena ada anggota polisi yang bekingi kami, dan kami setor uang ke polisi itu, satu kali setor 700 ribu,” ungkap Basri saat diambil keterangannya di Kodim Jeneponto, Rabu, 12 September 2018.

Basri juga, mengaku setiap mengambil BBM jenis premium di SPBU Kalukuan, dia dan temannya juga membayar tip kepada oknum petugas SPBU Kalukuan.

“Saya juga memberikan tip kalau mengisi bensin di SPBU Kalukuan, untuk mobil Rp 5 ribu dan untuk motor Rp 3 ribu, saya biasa enam kali ambil, keuntungan yang saya dapat, satu kali ambil 200 ribu,” tuturnya.

Tangki empat unit motor Suzuki Thunder 125 cc yang diamankan Kodim 1425 Jeneponto itu telah dimodifikasi dengan kapasitas 30 liter.

“Iya, tangkinya sudah dimodifikasi, isi tangki motor thunder itu maksimal 30 liter, kalau mobil saya kurang tahu,” jelas Basri.

Basri yang merupakan bos penimbun BBM ilegal ini mengaku dia dan teman-temannya dibekingi oknum polisi berinisial AR dan J.

“Kalau saya setor uang ke polisi ditemani sopir, namanya Daeng Sese, dua orang Polisi, namanya AR dan J,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Jeneponto, AKBP Herry Susanto, membenarkan bahwa Dandim 1425 Jeneponto telah menyampaikan hal tersebut melalui telepon setelah mengamankan pelaku dan barang bukti.

“Iya, beliau tadi telepon saya, sebelum dan setelah mengamankan pelaku dan barang bukti, minta petunjuk terkait dengan hal itu. Kami merespon hal yang dilakukan Kodim, jangankan TNI, masyarakat juga berhak mengamankan sesuatu demi terciptanya situasi yang kondusif,” kata AKBP Herry Susanto saaat dihubungi lewat telepon selulernya.

Terkait dengan pengakuan Basri yang mengatakan ada oknum anggota Polres Jeneponto yang membekingi, Hery Susanto mengungkapkan akan mendalami kebenaran dari pengakuan pelaku tersebut.

“Tentunya kami akan mengecek  kebenarannya, apa benar ada anggota polres yang terlibat, siapa tahu ada oknum yang mengaku anggota polisi. Biasanya kan kalau polisi yang tangkap pelaku, ngaku ada TNI dibelakangnya, begitu juga jika TNI yang nangkap pelaku ngaku dibekingi anggota polisi. Namun kalau benar ada, tentunya akan kita sanksi, apakah sanksi ringan atau berat,” jelasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini