Masuk

Ada Penonton Tersungkur saat Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Gabener Firaun Selalu Saja Bawa Petaka

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menanggapi berita soal adanya penonton yang tersungkur jatuh ke lapangan saat pembatas tribun Jakarta International Stadium (JIS) roboh.

Yusuf Muhammad menyindir bahwa “Gabener Firaun” memang selalu saja membawa petak bagi warga.

“Gabener Firaun tukang ngibul selalu saja membawa petaka bagi warga!” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter @yusuf_dumdum, seperti dikutip terkini.id pada Senin, 25 Juli 2022.

Baca Juga: Media Vietnam Soal Indonesia vs Curacao di Jabar: Sebut Iwan Bule Siap Maju Sebagai Gubernur

“Kasihan warga yang jadi korban. Semoga lekas sembuh,” sambungnya.

Sebelumnya, pagar pembatas antara tempat penonton dan lapangan JIS jebol saat acara peresmian pada Minggu, 24 Juli 2022.

Hal ini terjadi ketika band Dewa19 feat Virzha menyanyikan lagu Kangen. Saat itu, jumlah penonton yang mayoritas beratribut JakMania warna oranye semakin banyak yang memilih duduk di pagar.

Baca Juga: PSSI Beberkan Alasan JIS Belum Layak Menggelar FIFA Matchday antara Indonesia vs Curacao

Akhirnya, di penghujung lagu, mendadak pagarnya doyong dan akhirnya roboh. Seorang penonton pun terlihat tersungkur ke bagian bawah lapangan.

Untuk diketahui, tinggi antara lapangan dan pagar diperkirakan mencapai hampir dua meter.

Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja sigap menggotong korban yang terjatuh. Penonton lain yang melihat ikut kaget dan berteriak.

Adapun Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan insiden itu terjadi karena tingginya semangat Jakmania mendukung Persija dalam laga melawan Chonburi FC.

Baca Juga: Terus Desak Anies Ubah Nama JIS Jadi Stadion MH Thamrin, JJ Rizal: Harapan Belum Kandas

“Kemudian soal pagar saya rasa semangatnya luar biasa tinggi dan ini kali pertama digunakan,” katanya di JIS, Jakarta Utara, Minggu.

Anies Baswedan juga menyebut robohnya pagar pembatas itu sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Kalau analoginya ini ‘growing pain’, ‘growing pain’ itu gigi tumbuh. Kalau gigi tumbuh itu dokter tidak akan bilang itu penyakit, tapi proses alami sebuah pertumbuhan. Sama seperti ini bagian dari proses alami,” katanya.