Penyidik Polres Selayar Ungkap Pembunuhan di Pulau Madu

Penyidik Polres Kepulauan Selayar berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang terjadi di Desa Pulo Madu Kecamatan Pasilambena terhadap Mulianti (45).

Tekini.id, SELAYAR – Penyidik Polres Kepulauan Selayar berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana yang terjadi di Desa Pulo Madu Kecamatan Pasilambena terhadap Mulianti (45).

Hal tersebut terungkap setelah Penyidik Polsek Pasimarannu, Polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa sedikitnya 15 orang saksi.

Meskipun awalnya pelaku tidak diketahui.

“Penyidik dapat merampungkan kasus ini dan menetapkan satu orang tersangka yakni Lakufa alias Kufa Bin Lamadi,” kata Kanit Reskrim Polsek Pasimarannu Aipda Amir Daus.

Usai menyerahkan tersangka dan barang bukti, kasus ini akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Selayar, Senin 9 Juli 2018.

Diketahui, kasus ini berawal dari penemuan jasad korban Mulianti oleh keluarga di kebun kacang miliknya di Dusun Mekar Indah Desa Pulo Madu Kecamatan Pasilambena. Rabu, 28 Maret 2018 lalu.

Daus menyebutkan bahwa awalnya penyidik kesulitan untuk menentukan tersangka.

Terungkapnya kasus ini berawal dari keterangan saksi Tamuddin yang melihat tersangka lari lewat di depan kebunnya pada siang harinya.

Setelah kejadian pembunuhan tersebut, dari situlah tersangka kemudian diinterogasi.

“Saat diinterogasi tersangka kemudian mengakui semua perbuatannya telah membunuh korban Mulianti dengan memukulnya menggunakan sebatang kayu sejenis tongkat sebanyak 6 kali,” jelas Daus.

Lebih lanjut Aipda Daus menjelaskan bahwa penyidik juga mengungkap bahwa motif pelaku melakukan pembunuhan adalah motif dendam, karena tersangka mengaku bahwa korban selalu menghinanya miskin.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Tindak Pidana Pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu atau pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang, sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 Sub Pasal 338 Subs Pasal 351 ayat (3) KUHPidana,” kata Daus.

Sementara keterangan dari saksi ahli yaitu Dr Salahauddin yang melakukan visum kepada korban bahwa dari semua luka korban yang paling fatal dan mematikan yaitu luka yang ada pada leher bagian belakang.

“Karena pembuluh darah dan tulang leher belakang korban patah dan mematikan yang bahasa medisnya yaitu luka servikal 1 yang mengakibatkan mulut dan hidung korban mengeluarkan darah,” jelasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini