Peran Muhammadiyah Hilang dalam Sejarah Nasional? Sejarawan AS Heran: ‘Sumbangan’ Umat Islam Besar tapi Tak Dihargai

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, sejarawan Amerika Serikat mengungkap sejumlah bukti terkait hilangnya peran Muhammadiyah dalam sejarah nasional Indonesia.

Sejarawan asal University of North Carolina at Chapel Hill Amerika Serikat bernama Kevin W. Fogg itu pun mengaku cukup heran.

Mengapa? Karena mengingat peran Muhammadiyah dalam sejarah nasional begitu besar, tetapi justru tak terselip atau tidak ditemukan data yang cukup terkait peranan tersebut.

Dalam temuannya, peneliti yang fokus pada studi sejarah di Kawasan Asia Tenggara itu lantas menuturkan bahwa salah satu yang tampak adalah soal peranan kiai dan guru Islam Muhammadiyah yang sedikit tercatat dalam sejarah nasional.

Padahal, menurutnya, eksistensi perjuangan umat Islam di masa kolonial yang gigih melakukan perlawanan tidak bisa dianggap remeh.

“Yang bikin saya heran, kok sumbangan umat Islam yang begitu besar tidak begitu didalami, dihargai sebagai dasar yang kuat bagi perjuangan Indonesia dalam masa revolusi,” ungkapnya, sebagaimana dikutip terkini.id dari situs resmi Muhammadiyah via Kompas pada Sabtu, 27 November 2021.

Secara tidak langsung, kata Kevin, ormas Islam seperti Muhamamdiyah bersama NU dan ormas lain punya peran penting dalam dinamika kolonilaisme di Indonesia, yaitu sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah.

Sebagai informasi, Muhammadiyah sendiri lahir pada tanggal 19 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan.

Bahkan, umur Muhammadiyah lebih tua dari Republik Indonesia yang baru diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.

Penulis buku Spirit Islam pada Masa Revolusi Indonesia itu juga menuturkan dua hal penting terkait pernanan Muhammadiyah dalam sejarah nasional yang hilang.

Dua hal ini terkait dengan peperangan di Surabaya 10 November dan soal Pendidikan yang jadi corak utama Muhammadiyah.

Bagaimana menurutmu?

Bagikan