Percaya Diri Bisa Selamatkan Garuda, Rizal Ramli: Gua Beresin, Kagak Usah Gua Diangkat Jadi Komisaris

Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior merasa percaya diri bahwa ia bisa membereskan masalah keuangan yang tengah dialami Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero).

Rizal Ramli mengatakan dirinya siap menyelamatkan Garuda tanpa perlu diimbal dengan jabatan komisaris.

Kendati demikian, mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya era Joko Widodo itu memiliki syarat.

Baca Juga: Dukung Rizal Ramli Jadi Capres, Nicho Silalahi: Aku Berdiri Bersama...

“Itu kan wajar dong (meminta syarat),” ujar Rizal Ramli dalam cuplikan video dialog bersama Refly Harun yang diunggah di akun YouTube miliknya, Sabtu, 23 Oktober 2021, dilansir dari RMOL.

Rizal mengatakan bahwa dirinya sudah pernah membantu Garuda Indonesia selamat dari krisis saat dilanda masalah keuangan pada tahun 2001 lalu

Baca Juga: Rizal Ramli Minta Dukungan Jadi Capres RI, Nicho Silalahi Sebut...

Kali ini, ia pun siap kembali membantu menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia jika pemerintah dapat memastikan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold dihapuskan.

“Gua beresin, kagak usah gua diangkat jadi komisaris, preskom, pokoknya gua dikasih wewenang buat beresin, cuma syaratnya tolong threshold presiden dibikin nol,” katanya.

Menurut Rizal Ramli, syarat tersebut semata-mata untuk tujuan yang baik, yakni demi memastikan pemerintah ke depan dapat berjalan dengan amanah dan bersih.

Baca Juga: Rizal Ramli Minta Dukungan Jadi Capres RI, Nicho Silalahi Sebut...

“Itu malah solusi yang bagus, supaya sistem politik kita amanah, bersih,” pungkasnya.

Dilansir dari Kompas, keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) diketahui sedang mengalami krisis akibat dampak pandemi Covid-19.

Maskapai pelat merah itu diketahui memiliki utang yang mencapai Rp70 triliun dan diperkirakan terus bertambah Rp1 triliun setiap bulannya.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, beban biaya Garuda Indonesia mencapai 150 juta dollar AS per bulan, namun pendapatan yang dimiliki hanya 50 juta dollar AS.

Itu berarti bahwa Garuda merugi 100 juta dollar AS atau sekitar 1,43 triliun (kurs Rp 14.300 per dollar AS) setiap bulannya.

Bagikan