Masuk

Perdana Menteri Kanada Anggap Putin Telah Gagal Invasi Ukraina

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Justin Trudeau selaku Perdana Menteri Kanada mengatakan upaya Presiden Rusia Vladimir Putin dalam menginvasi Ukraina dapat dikatakan telah gagal. Hal ini dikarenakan diktator tersebut telah mengumumkan mobilisasi militer dan penggunaan senjata nuklir.

Dalam sidang majelis umum PBB di New York, Amerika Serikat, Justin Trudeau mengecam tindakan Presiden Putin yang menurutnya tidak bertanggung jawab.

“Kanada mengutuk eskalasi perang Putin yang tidak bertanggung jawab, mobilisasi militer, dan ancaman nuklir. (Selain itu), referendum tergesa-gesa Rusia untuk mencoba mencaplok wilayah Ukraina adalah hal yang tidak dapat diterima,” ujar Justin Trudeau, dikutip terkini.id dari suara.com, Kamis 22 September 2022.

Baca Juga: Media Asing Sebut Putin Tidak Akan Hadir Dalam KTT G20

“Perilaku Putin hanya menunjukkan bahwa invasinya gagal,” lanjut Justin Trudeau.

Kemudian, Justin Trudeau menilai wajib militer yang diserukan Putin kepada seluruh warga Rusia hanya menandakan bahwa rencananya sudah tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.

Namun demikian, Justin Trudeau meminta kepada negara sekutu Barat untuk menanggapi serius terkait ucapan Putin soal penggunaan senjata nuklir.

Baca Juga: Fadli Zon ke Ukraina, Faizal Assegaf: Jangan Tiru yang Gagal Ntar Bikin Malu

“Kanada akan terus mendukung upaya Kiev dengan memperkuat sanksinya terhadap Rusia dan mengirimkan bantuan militer ke Ukraina,” kata Justin Trudeau.

Sebagai informasi, pada Rabu 21 September 2022, Presiden Putin membuat pengumuman akan melakukan mobilisasi dan kembali menjajah wilayah di Ukraina yang belum dikuasai oleh Rusia.

Rencana mobilisasi Rusia terhadap Ukraina ini tidak pernah dilakukan sejak Perang Dunia Kedua.

Selain mobilisasi, Putin juga mengancam akan memakai senjata nuklir untuk terus melanjutkan agendanya di Ukraina.

Baca Juga: Gara-Gara Ledekan Negara Barat, Rusia Walk Out Dari G20 Bali

“Ini bukan gertakan,” tegas Putin.

Sementara itu pemerintahan Rusia menyatakan tindakan mereka di Ukraina termasuk dalam operasi militer khusus yang bertujuan untuk merampas senjata negara jajahan serta menumpas nasionalis yang dianggap berbahaya.

Pengumuman mobilisasi militer Rusia oleh Putin ini disebabkan oleh pasukan militer Rusia yang gagal menguasai wilayah timur laut dan selatan Ukraina.

Selain hal tersebut, bertambahnya militer Rusia yang menjadi korban balasan pasukan Ukraina membuat Putin segera bertindak tegas.

Diketahui penjajahan Rusia di Ukraina sampai saat ini sudah berlangsung selama 211 hari. 

Saat ini warga Rusia terus melakukan aksi demonstrasi untuk memprotes perintah mobilisasi militer.

Dilansir dari aljazeera.com, sekitar 1000 orang telah ditangkap akibat aksi unjuk rasa ini. Mereka yang telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat, akan langsung dikirim untuk menjalankan wajib militer.