Peringatan Hari Pajak, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (foto/tempo.co)

Terkini.id, Jakarta – 14 Juli diperingati sebagai Hari Pajak. Pajak merupakan pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum.

Memperingati Hari Pajak, Direktorat Jendral Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaksanakan upacara di lapangan kantor Ditjen Pajak, Sabtu, 14 Juli 2018.

Upacara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari pajak ini dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan.

Dalam amanatnya, Sri Mulyani mengatakan, pajak memiliki fungsi penting untuk negara, karena perpajakan berkontribusi 83% untuk negara.

“Pajak memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga kesinambungan ide dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penerimaan perpajakan berkontribusi 83 persen di pendapatan negara,” ujarnya di Lapangan Ditjen Pajak. Dikutip dari Inews.id.

Menurut dia, perpajakan merupakan instrumen para pendiri bangsa untuk mewujudkan cita-cita negara.

“Para pendiri bangsa mencetuskan tujuan dan cita-cita tersebut bukan tanpa memikirkan bagaimana cara mewujudkannya. Salah satu cara yang penting adalah instrumen pajak,” ucapnya.

Sri Mulyani
Upacara peringatan Hari Pajak dipimpin Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (foto/inews.id)

Sri Mulyani juga bercerita, pajak muncul pada tanggal 14 Juli 1945 pada saat rancangan negara tentang pajak, yang disampaikan oleh anggota BPUPKI.

“Pajak muncul 14 Juli 1945 yaitu pada saat janin NKRI lahir di dunia. Saat rancangan negara disampaikan anggota BPUPKI. Dihadirkan sebagai tonggak untuk melaksanakan tugas,” kata dia.

Oleh karenanya, jika perpajakan tidak dibangun dan diperkuat maka akan menghambat berbagai keberlanjutan program pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan rakyat yang sejahtera.

Berita Terkait
Komentar
Terkini