Peringatan HDI 2018 di Gowa, Ramah Disabilitas Hingga ke Desa-desa

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI), Sabtu 29 Desember 2018 di Gedung GOR Kabupaten Gowa.

Terkini.id, Gowa – Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2018, diperingati berbagai kalangan di seluruh dunia dengan semangat inklusi dan ramah terhadap disabilitas.

Hari Disabilitas Internasional tahun 2018 ini mengusung tema “Empowering Persons with Disabilities and Ensuring Inclusiveness and Equality”. Di Indonesia, tema itu diterjemahkan dalam tema nasional: “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas”

Di Kabupaten Gowa, peringatan Hari Disabilitas Internasional atau digelar pada hari Sabtu, 29 Desember 2018 di Gedung GOR Kabupaten Gowa.

Peringatan HDI tersebut terselenggara atas kerja sama YASMib Sulawesi melalui Program Peduli Pilar Disabilitas, Pemerintah Kabupaten Gowa serta Jaringan Disabilitas Kabupaten Gowa.

Jaringan Disabilitas Kabupaten Gowa merupakan kumpulan beberapa organisasi disabilitas, antara lain PPDI Gowa, Aliansi Disabilitas Gowa, Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia Gowa, Permata dan Gerkatin.

Meski diguyur hujan lebat, tak mengurangi minat para undangan untuk hadir.

Selain Jaringan Disabilitas, acara itu dihadiri langsung juga oleh Direktur Eksekutif YASMIB Sulawesi, unsur pemerintah Kabupaten Gowa antara lain Kepala Bappeda, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris dan Kepala Bidang Inovasi Dinas Dukcapil, Kepala Bidang Sosbud Bappeda beserta jajarannya, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Puskesmas Somba Opu, Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Gowa serta unsur masyarakat umum lainnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, diawali dengan pembukaan yang dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Gowa, Taufik Mursad.

Ada beberapa hal yang menarik perhatian peserta terkait sambutan Kepala Bappeda, menyampaikan tentang beberapa hal yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa dalam upaya pemenuhan hak penyandang Disabilitas khususnya di Kabupaten Gowa.

Dikatakannya, kado terbesar HDI kali ini adalah ditetapkannya Peraturan Daerah Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas pada tanggal 28 Desember 2018.

Capaian tersebut merupakan hasil kerjasama kita semua, berkat dukungan YSMIB Sulawesi dan PPDI serta seluruh pihak yang terlibat.

Menurutnya, dengan telah ditetapkannya Perda ini, justru awal untuk mengimplementasikannya.

“Mari bersama mensosialisasikan Perda ini. Ada kewajiban yang harus dilakukan oleh masing-masing pihak. Mensinergikan dengan program yang di masing OPD dan seluruh stakeholder termasuk lembaga keuangan dan perusahaan,” terang dia.

Selanjutnya, pemerintah kabupaten Gowa akan mendorong pembangunan inklusi melalui upaya pencanangan Desa Inklusif.

“Ini bagian dari bagaimana pemanfaatan Dana Desa untuk lebih berkeadilan,” kata dia lagi.

Menurutnya, Provinsi lain telah melakukan hal ini. “Kita masih ketinggalan dan saatnya kita memulai,” terangnya.

Untuk itu diharapkan bagi penyandang disabilitas sendiri untuk hadir memberi masukan kepada pemerintah melalui partisipasi nya dalam musrenbang.

Untuk membuat program disesuaikan dengan kondisi desa, jadi diharapkan kelompok disabilitas untuk aktif menyampaikan permasalahan dan kebutuhannya.

Kami akan mendorong Pemerintah desa dan kelurahan agar mengupayakan penganggaran yang pro disabilitas. Olehnya itu dibutuhkan dorongan informasi yang besar dari warga disabilitas.

Sudah saatnya kita mengetahui kondisi disabilitas di Gowa dan bagaimana program yang cocok yang sesuai dengan kearifan lokal di Gowa.

Ke depan dibutuhkan kerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mengetahui data, sebagai upaya mengetahui kondisi pelayanan bagi disabilitas.

Selanjutnya, akan dipetakan OPD apa melakukan apa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Ini mimpi besar tapi harus dimulai. Ini menjadi bagian dari bentuk menuju pembangunan yang sejahtera dan berkeadilan di Kabupaten Gowa”, tutupnya.

Moment HDI juga dirangkaiakan dengan pembacaan Deklarasi “Stop Perkawinan Anak’ sebagai bagian dari bentuk gerakan bersama untuk berkomitmen memerangi kasus perkawinan anak.

Di sesi selanjutnya, melakukan senam bersama yang dipandu oleh instruktur Senam Kabupaten Gowa, dr. Arma.

Tahapan ini menjadi bagian yang memeriahkan acara ini. Ada beberapa senam yang dilakukan, antara lain senam SKJ, Senam Sehat, senam Maumere dan Senam Pandu Inklusi Nusantara yang merupakan senam produksi Program Peduli di Pusat.

Senam merupakan salah bentuk dari Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang menjadi Program Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Kabupaten Sehat.

Doorprize

Di tahapan akhir kegiatan, panitia menyediakan doorprize bagi peserta. Adapun teknsi pemberian doorprize dengan games dan menjawab pertanyaan yang dijaukan oleh panitia. Hadiah sederhana yang disiapkan oleh panitia merupakan sumbangan dari beberapa pihak antara lain dari person ASN, PPDI Gowa, Aliansi Disabilitas dan darai YASMIB Sulawesi.

Senyum saudara-saudara kita disabilitas di Peringatan HDI, adalah senyum bahagia untuk semua.

Berita Terkait
Komentar
Terkini