Pernikahan anak di bawah umur batal, ibu ini pingsan saat dengar lagu

Pernikahan anak di bawah umur batal, ibu ini pingsan saat dengar lagu
Pernikahan anak di bawah umur batal, ibu ini pingsan saat dengar lagu

Terkini.id,Sinjai – Pernikahan anak di bawah umur batal digelar membuat hati kedua orang tua RSR (12 th) dilanda kesedihan. Bagaimana tidak persiapan yang sudah seratus persen ini pun sia sia. Ditambah lagi rasa malu karena telah menyebar undangan kepada warga sekitar.

Bahkan ibu dari RSR, Sinar, sempat dikabarkan pingsan saat duduk di teras rumahnya dan mendengar alunan lagu dari vokalis orkes melayu ‘Teratai’ yang khusus ia datangkan untuk menghibur tamu pada pesta pernikahan anaknya.

Keluarga pun terpaksa harus menggotongnya masuk ke dalam rumah.

“Mungkin sedihki karena adami orkesnya tapi tidak duduk pengantinki anaknya,” kata H. Ramli.

Sebagai pengganti acara pernikahan yang batal maka dilakukan acara khitanan adik bungsu RSR. Tampak hadir di rumah RSR yakni Lurah Balangnipa, Muh. Azharuddin sejak selasa pagi, beserya  anggota Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sinjai, Rospidah, serta Ufrah Sulfiah dari Penggerak Sosial Kesejahteraan Anak (PSKA) Kementerian Sosial.

Baca juga:

“Informasi tentang pernikahan dini ini sudah kami terima sejak akhir pekan lalu. Setelah itu P2TP2A Sinjai melakukan proses pendekatan, dan menyampaikan ke pihak orang tua RSR terkait adanya dampak hukum yang bisa timbul jika pernikahan anak di bawah umur ini dilaksanakan,” terang Rospidah.

Ia juga bersyukur bahwa masih ada kerabat dari orang tua RSR yang mengerti soal hukum dan bisa memberikan penjelasan, sehingga pernikahan tersebut dibatalkan.

“Setelah kejadian ini kami akan gencar melakukan sosialisasi perlindungan anak”,jelasnya lagi.

RSR (12) yang baru saja mengikuti ujian nasional di salah satu sekolah dasar di Sinjai Utara batal menikah dengan Erwin(21) hari ini di Jeneponto karena mendapat penolakan dari sejumlah kerabat RSR dan juga pemerintah setempat.

Komentar

Rekomendasi

Cara Unik Dokter di Makassar Cukur Rambut di Tengah Pandemi Covid-19

Supaya Transparan, Penerima BLT Dana Desa Diumumkan di Spanduk Raksasa

Tinggal di Gubuk Reot, Daeng Sialle Sekeluarga Butuh Uluran Tangan

Universitas Kebangsaan Malaysia, Setengah Abad Perguruan Tinggi untuk Memartabatkan Bahasa Melayu

Pandemi Covid-19, Kajati Sulsel dan BNI Kunjungi Warga Kurang Mampu

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar