Persatuan Buruh Gerak Sipakatau Makassar Layangkan 12 Tuntutan

Terkini.id, Makassar – Jenderal Lapangan atau Jenlap Persatuan Buruh Gerak Sipakatau Makassar, M Alfarisin memuji kelihaian penguasa dalam orasinya. Ia mengatakan Hari Buruh Internasional mereka sulap menjadi perayaan mewah dan hura-hura.

“Mereka yang menyebut dirinya elit-elit aktivis buruh telah digiring dalam pusaran lingkaran setan kamuflase sejarah,” kata Alfarisin saat orasi di bawah Fly Over, Makassar, Rabu, 1 Mei 2019.

Hal itu ia sampaikan di hadapan ribuan buruh dalam aksi damai dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada Rabu, hari ini.

Lebih lanjut, Alfarisin mengatakan mereka elit aktivis buruh digiring ke dalam zona nyaman.

“Mereka ditidurkan dengan nyanyian merdu tapi beracun, sampai kemudian jiwa mereka mati namun raganya dibiarkan hidup,” kata dia.

Persatuan Buruh Gerak Sipakatau Makassar soroti penindasan buruh

Pada kesempatan tersebut, Alfarisin menyoroti tentang sektor perburuhan yang mengalami penindasan dan ketidakadilan. Hal tersebut, kata dia, membuat buruh atau pekerja semakin jauh dari impiannya untuk sejahtera.

“Sistem kerja kontrak, upah murah dengan legitimasi regulasi, pemberangusan serikat yang dilindungi oknum pelaksana negara dengan alibi untuk menjaga investasi adalah hal yang lumrah kita jumpai dalam keseharian kita,” terangnya.

Persatuan Buruh Gerak Sipakatau Makassar melayangkan sikap tegas pada Peringatan Hari Buruh 2019 ini dengan tuntutan sebagai berikut:

  1. Hapus sistem kerja outsorching
  2. Hapus sistem upah murah, berikan upah layak
  3. Adili pelaku pemberangusan serikat
  4. Cabut PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan
  5. Bebaskan driver online mengambil penumpang dalam Bandara Sultan Hasanuddin
  6. Stop diskriminasi order driver online
  7. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis
  8. Laksanakan Pasal 33 UUD 1945
  9. Hapus PTN BH dan bubarkan forum rektor
  10. Stop pembungkaman demokrasi
  11. Stop pemagangan
  12. Bebaskan pedagang kaki lima berjualan di Pantai Losari
Bagikan