Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis pertumbuhan ekonomi Sulsel, Rabu 6 Februari 2019.

Terkini.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis pertumbuhan ekonomi Sulsel, Rabu 6 Februari 2019.

Berdasarkan data yang diterima oleh Terkini.id menunjukkan, trend pertumbuhan ekonomi Sulsel mengalami penurunan sejak tiga tahun terakhir.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun 2016 mencapai 7,42 persen, tahun 2017 menurun menjadi 7,21 persen. Sedangkan di tahun 2018 kembali turun 0,14 persen menjadi 7,07 persen.

Di sisi lain, lapangan usaha mengalami
pertumbuhan tertinggi yakni jasa layanan sebesar 13,13 persen. Diikuti oleh penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,71 persen. Serta Informasi dan Komunikasi sebesar 11,99 persen.

Struktur perekonomian Sulawesi Selatan menurut lapangan usaha tahun 2018 masih didominasi oleh empat lapangan usaha yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 22,50 persen.

“Kemudian perdagangan besar dan eceran seperti reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,37 persen, lalu Konstruksi sebesar 13,54 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 12,86 persen),”ungkap Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Didik Nursetyohadi.

Apabila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2018, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor memiliki sumber pertumbuhan
tertinggi sebesar 1,69 persen.

“Diikuti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 1,13 persen. Konstruksi sebesar 1,04 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 0,78 persen, serta Jasa pendidikan sebesar 0,53 persen,”lanjutnya.

Sedangkan ekonomi Sulsel pada triwulan IV tahun 2018, mengalami kontraksi 4,77 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini disebabkan, kata Didit, faktor musiman beberapa komoditas pertanian serta produksi perikanan yang mengalami penurunan.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan selama Tahun 2018 dibanding dengan tahun sebelumnya, terjadi pada semua komponen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 15,67 persen.

“Disusul Komponen Ekspor barang dan jasa sebesar 13,02 persen. Dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar
6,79 persen,” jelasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Lima Pimpinan DPRD Sulsel Resmi Dilantik

Terkini.id -- Lima pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan resmi dilantik pada sidang paripurna, Senin 21 Oktober 2019.Mereka yang dilantik