Perusahaan Tiongkok Siap Bebaskan Lahan untuk PLTSa Tenaga Sampah di Makassar

Kawasan TPA Sampah.(ist)

Terkini.id, Makassar – Perusahaan Tiongkok, yakni China National Technical I&E Corp (CNTIC) menunjukkan minat tinggi menjadi investor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Makassar. Ia bahkan siap membebaskan lahan 2, 7 hektare (ha) sebesar Rp. 600 miliar yang belum dibayarkan pemerintah kota.

“CNTIC mau full investasi. Dia sudah tanyakan berapa nilai tanah yang belum dibayar. Saya sudah hitungkan kalau 2,7 hektare itu kurang lebih Rp.600 miliar. Itu dia sanggup danai,” kata Sekretaris Tim Wali Kota untuk Percepatan Program (TWPP), Saharuddin Ridwan, Selasa, 7 Juli 2020.

Sahar mengatakan proyek PLTSa masih kekurangan lahan. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar baru membebaskan lahan seluas 2,3 hektare (Ha) dan masih membutuhkan 2,7 Ha lagi.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada tiga investor yang menunjukkan minatnya terhadap proyek tersebut.

Di antaranya, Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) dari Korea Selatan, Japan International Cooperation Agency (JICA) yang berasal dari Jepang, dan terakhir ialah CNTIC. Namun, hanya CNTIC yang baru menyelesaikan Feasibility Study (FS). 

Menarik untuk Anda:

Untuk diketahui, FS atau studi kelayakan bisnis mesti dilakukan terlebih dahulu. Tujuannya untuk melihat kecocokan dengan proyek pstisius itu, tak bisa langsung disepakati begitu saja.

“Yah kalau ini kan baru CNTIC itu, kemudian yang lain belum ada, kalau CNTIC itu tinggal menunggu satu saja, mensosialisasikan hasil daripada FS,” kata Sahar, Selasa, 7 Juli 2020.

Usai FS rampung, tahapan selanjutnya ialah mempresentasikan hasil FS ke Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. Hanya saja, hingga kini, pihaknya masih menunggu jadwal dari Rudy.

“Kemarin sudah masuk suratnya ke Pak Pj Wali Kota, kita sudah berikan untuk meminta waktu untuk presentasi. Tinggal kita tunggu waktunya pak (Pj) Wali,” pungkasnya.

Tag: PLTSa di Makassar, Perusahaan Tiongkok CNTIC, Pembebasan Lahan, Saharuddin Ridwan

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kritik Rencana Pemerintah Buru Harta Karun, Tengku Zulkarnain: Mundur ke Zaman Dinasti Ming

Begini Kondisi Warga NU di Beirut Lebanon Pasca Ledakan Dahsyat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar