Ini Pesawat Tercepat di Dunia, Jakarta ke Jeddah Cuma 3,5 Jam!

Concorde, pesawat tercepat yang pernah beroperasi.(ist)

Terkini.id – Concorde merupakan pesawat tercepat di dunia yang pernah terbang. Meskipun sudah dipensiunkan, pesawat ini punya catatan yang mengejutkan sepanjang sejarah.

Pesawat Concorde pernah terbang pada 1976 dengan melintasi Samudra Atlantik yang luasnya 1/5 permukaan bumi hanya dalam waktu kurang 3,5 jam. Itu adalah rekor tercepat sepanjang sejarah.

Rekor itu juga lebih cepat dari rekor Norwegian Air yang menerbangkan Boeing 787 Dreamliner untuk rute New York-London selama 5 jam 13 menit.

Jika Concorde masih beroperasi dan dipakai untuk memberangkatkan jemaah umrah Indonesia ke Jeddah, maka pesawat itu cuma membutuhkan waktu kurang lebih 3,6 jam saja.

Hal ini dengan asumsi kecepatan Concorde yang mencapai 2.179 kilometer per jam, sedangkan jarak antara Jakarta ke Jeddah (Arab Saudi) adalah 7.977 kilometer.

Kecepatan itu jauh lebih cepat dari rata-rata lama penerbangan Indonesia (Jakarta) ke Jeddah yang dilakukan Maskapai Garuda atau Lion Air saat ini, yakni sekitar 8-9 jam!

Sayangnya, pesawat-pesawat supersonik Concorde itu saat ini sudah pensiun, dan cuma bisa ditemukan di museum-museum pesawat terbang.

Di dunia ini cuma ada 20 Concorde dan 14 di antaranya pernah dioperasikan dua maskapai. Tujuh masing-masing ke Air France dan British Airways.

Concorde terbang dengan diiringi layanan lounge bandara eksklusif, ketinggian di lapisan stratosfir. Akan tetapi, untuk diketahui, layanan Concorde yang terakhir berangkat adalah pada 24 Oktober 2003. 15 tahun yang lalu.

“Para pramugari dan penumpang senang berada di dalamnya. Anda sadar menjadi bagian dari sekelompok kecil orang yang cukup istimewa untuk naik di Concorde,” kata Richard Quest yang telah menerbangkan Concorde hingga lima kali, seperti dilansir dari CNN.

Menurut dia, Concorde sangat kecil. Cuma ada sekitar 100 kursi. “Lebih seperti kursi kantor dan jendela yang sangat kecil. Berisik, sangat bising, tak ada yang tersenyum saat pesawat naik,” imbuhnya.

Lebar badan interior Concorde sekitar 2,63 meter dengan kabin yang lebih lebar sedikit dibandingkan dengan Jet Bombardier Regional saat ini. Berlorong tunggal, konfigurasi tempat duduknya cuma dua-dua.

“Tata letak pesawat itu dibagi dalam dua bagian. Ada bagian depan, kemudian toilet di tengah dan kemudian bagian belakang. Walaupun ada dua bagian, akan tetapi tidak seperti kelas satu dan bisnis, tapi simbol status lebih tinggi selalu berada di bagian depan,” terang Quest.

Pesawat Supersonik

Concorde sangat berbeda dari pesawat supersonik pada saat itu, yakni tidak memiliki flap atau alat pengangkat ketinggian di sayap. Oleh karenanya selalu menggunakan kekuatan penuh mesinnya.

Setiap kali lepas landas adalah pengalaman yang fenomenal. Kapten harus memperingatkan penumpang tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Deru mesin Rolls-Royce Olympus akan mendengung kencang.

Pemanasan ulang juga digunakan untuk mendorong pesawat dari subsonik ke kecepatan supersonik. Berada di kecepatan Mach 2 atau 1.350 mph di ketinggian 60.000 kaki, Concorde terbang sekitar lima mil di atas dan 800 mph lebih cepat daripada pesawat subsonic 747.

Obrolan radio antar pesawat pun amat menarik. Pilot sering memperingatkan pesawat yang lebih lambat bahwa kedatangan Concorde bisa menyebabkan ledakan sonik dan tentu membuat pilot pesawat biasa khawatir, karena melesat lebih cepat daripada peluru senapan.

Tekanan karena Bising

Pada tahun 1976, Concorde mendapat tekanan sosial atas kekhawatiran terhadap kebisingan pesawat dan ledakan soniknya. Pembatalan hampir semua pesanan untuk Concorde terjadi dan menjadikan British Airways dan Air France sebagai satu-satunya maskapai penerbangan yang menggunakannya.

Pesawat itu mengalami kecelakaan satu-satunya pada Juli 2000, saat Air France Concorde jatuh tepat setelah tinggal landas dari Paris. 109 orang di dalamnya tewas dan empat lainnya ada di darat.

Concorde kembali melayani pada bulan November 2001. Namun di usia yang sudah tua, membuat peningkatan biaya operasi juga perbaikan karena berusia hampir 30 tahun.

Museum yang Menampung Concorde

Kini pesawat supersonik komersial itu tak lagi terbang. Namun traveler masih dapat melihatnya di berbagai museum di seluruh dunia, yakni di Aerospace Bristol (Inggris), Museum Air and Space Paris Le Bourget (Prancis), Intrepid Sea, Air & Space Museum (New York-AS), Auto & Technik Museum Sinsheim (Jerman) dan The Museum of Flight (Seattle).

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Simak, Begini Cara Kemensos Tekan Angka Kemiskinan

Terkini.id,Jakarta - Pemerintah menargetkan satu juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tergraduasi pada tahun 2020."Penetapan target ini seiring dengan tekad Presiden
News

Datascrip Sosialisasikan Manfaat e-katalog di Makassar

 Terkini.id,Makassar - Untuk semakin memperluas informasi dan pemahaman masyarakat mengenai layanan e-katalog (e-catalogue) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),  PT  Datascrip bekerja sama dengan