Makassar Terkini
Masuk

Petrodes Mega Keliduan: Kami Rakyat Papua, Jangankan Penjara Jika Menyangkut Harga Diri dan Kesakralan Adat, Nyawa Kami Berikan!

Terkini.id, Jakarta – Panglima Komandan Ptriot Revolusi (Kopatrev), Petrodes Mega Keliduan menunjukkan sikap ketika adat dan budaya Papua dilecehkan. Dia mengatakan bahwa rakyat Papua tidak takut dengan penjara jika menyangkut adat dan budaya mereka yang dijadikan bahan candaan.

Peryatan Petrodes Mega Keliduan ini diungkapkan sebagai bentuk tanggapan atas peredaran meme Anies Baswedan menggunakan Koteka viral di media sosial yang dibagikan oleh Ruhut Sitompul. Menurut Petrodes Mega, nyawa pun siap mereka berikan jika menyangkut adat dan budaya Papua.

“Kami rakyat Papua jangankan penjara, jika menyangkut harga diri dan kesakralan adat dan budaya kami, nyawa kami berikan”, kata Petrodes Mega Keliduan, dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu 14 Mei 2022.

Selain itu, dia mengatakan bahwa laporan yang ia buat untuk Ruhut Sitompul tidak ada sangkut pautnya dengan Anies Baswedan, melainkan laporan itu dibuat hanya untuk membela adat dan budaya Papua yang dijadikan bahan candaan.

Dia menegaskan bahwa laporan itu ditujukan untuk melindungi kesakralan adat Papua, karena menurutnya telah banyak dan Panjang sejarah rasisme yang mereka dapatkan selama ini.

“Tidak ada urusan dengan Anies, Jokowi dll. Ini urusan kesakralan adat kami. Terlalu Panjang sejarah rasisme yang kami dapatkan”, tulisnya lagi.

Selain itu, dia mengatakan bahwa tidak akan lagi yang akan berani rasis terhadap adat maupun rakyat Papua pada umumnya. Dia tidak akan membiarkan hal-hal seperti itu terjadi kedepannya.

“Tidak akan ada lagi. Saya Pangkotama Kopatrev tidak akan membiarkan”, sambungnya.

Sebelumnya, dalam perbincangan antara Ruhut Sitompul dan pelapornya, Petrodes Mega Keliduan, memuji orang Papua, menurut Ruhut mereka orang-orang baik dan juga meminta polisi menangkap pembuat Meme Anies yang menggunakan pakaian adat Papua.

“Saya mohon ya, kawan-kawan siapapun yang membuat meme saya minta tolong polisi segera mengusutnya. Jadi Petrodes nggak usah khawatir. Salam hormat saya, sata dekat dengan Papua. Saya sering keliling ke tempat semua tempat Petrodes”, kata Ruhut Sitompul dalam video yang ditayangkan oleh Kompas Tv.

Ruhut mengatakan bahwa hati rakyat orang Papua itu lembut dan memiliki rasa dan jiwa NKRI yang pekat.

“Rakyatnya (Papua) hatinya lembut. Saya rasa itu, rasa Indonesia NKRI. Terimakasih Petrodes”, sambung Ruhut.

Namun, kendati demikian, Petrodes Mega Kaliduan sebagai pelapor akan tetap menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah rasisme terhadap rakyat Papua dan juga hinaan terhadap Anies Baswedan.

Petrodes mengatakan bahwa pakaian adat Papua tidak bisa dimain-mainkan karena sifatnya sangatlah sakral karena harus melalui sebuah proses adat. Sehingga apa yang dilakukan oleh Ruhut adalah sebuah pelecehan terhadap adat Papua.

“Apalagi ini suku Dani. Suku Dani itu Gubernur Provinsi Papua itu dari Suku Dani. Saya hanya sampaikan saja. Saya nggak tau setelah saya nanti siapa. Saya sengaja buka supaya saya mampu sampaikan kepada teman-teman yang kuliah sejabodetabek bahwa saya sedang menepuh jalur hukum”, kata Petrodes.