Pidato Anies Baswedan di Reuni 212: DP 0 hingga Reklamasi Jakarta

Terkini.id, Makassar – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadikan kesempatan reuni alumni 212 sebagai ajang untuk meunjukkan keberhasilannya memimpin Ibu Kota tersebut.

Saat berpidato, Anies yang sebelumnya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta atas pengaruh besar aksi bela Islam 212, menyampaikan banyaknya hal yang mustahil tapi kini diwujudkan satu per satu.

Program-programnya yang sebelumnya disebut mustahil, seperti DP 0 persen, menghentikan reklamasi, hingga menutup tempat-tempat maksiat diklaim telah dipenuhi.

Berikut pernyataan Anies Baswedan yang kembali dia sampaikan melalui media sosialnya:

Alhamdulillah kita bisa berkumpul pada pagi yang sejuk, atas nama Pemprov DKI Jakarta, kami menyambut teman-teman di Kawasan Monas.

Tempat ini memang dirancang untuk berkumpulnya rakyat. Pertama kali digunakan ssdh kemerdekaan adalah di bulan September 1945. Ketika sebulan sebelumnya para pemimpin bangsa menggaungkan Proklamasi, kekuatan kolonial meremehkannya. Kemerdekaan dianggap tidak mungkin, hanya aspirasi segelintir elit saja.

Bulan September ratusan ribu warga dari sekeliling Jakarta berkumpul di tempat ini, mengirimkan pesan kepada semuanya, bahwa ini adalah ikhtiar kemerdekaan utk seluruh rakyat Indonesia.

Monas bukan milik sekelompok orang, Monas adalah milik kita semua, seluruh warga Indonesia.

Alhamdulillah satu tahun perjalanan di Jakarta, janji-janji yg tadinya dianggap tidak mungkin, kita tunaikan satu persatu di Jakarta. DP 0 yg tadinya dianggap tidak mungkin, Ahamdulillah hari ini terlaksana. Menutup tempat2 maksiat, dulu dianggap tidak mungkin, sekarang terlaksana. Menghentikan reklamasi dulu dianggap tidak mungkin, sekarang kita lakukan. Atas ijin Allah semua dilaksanakan.

Semua itu bisa dilakukan tanpa kekerasan, cukup selembar kertas dan sebuah tanda tangan. Jadi jangan pernah anggap enteng proses politik. Karena dari situ nanti akan menentukan arah kebijakan.

Kita semua yang hadir di tempat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan. Yg unik dari Indonesia bukan hanya keberagamannya, tapi di tempat ini hadir persatuan bagi seluruh rakyatnya. Persatuan hanya bisa dihadirkan dengan rasa keadilan, itu yg kita perjuangkan terus di DKI Jakarta.

Hari ini kita kirimkan pesan pada semua bahwa yg datang ke Monas adalah orang-orang yg memperjuangkan persatuan, kedamaian dan keadilan di negeri ini.

Terima kasih kepada semua yg telah mengelola ini dengan baik, meskipun jumlahnya luar biasa banyak tapi ketertibannya memesona semua yg menyaksikan. Teman-teman telah buktikan bahwa layak mendapat izin berkegiatan di Monas, dengan hadir tertib, pulang tertib.

Semoga majelis ini mendapatkan berkah dari Allah, yang bukan saja membanggakan bagi yg hadir tapi menjadi catatan yg membanggakan bagi anak kita dan anak-anak dari anak kita.