Plt Wali kota Makassar lantik 116 pejabat struktural dan fungsional

Terkini.id, Makassar – Sebanyak 116 orang pejabat struktural dan fungsional lingkup pemerintah Kota Makassar dilantik hari ini di ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Jumat 20 April 2018.

Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat  struktural dan fungsional Kota Makassar ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Makassar, Syamsu Rizal.

“Proses pelantikan ini bagian akhir dari sebuah proses yang panjang dan membutuhkan waktu lama,” ungkap deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal.

Para pejabat yang dilantik hari ini terdiri dari tujuh pejabat Eselon III, 96 Eselon IV, serta 13 pejabat fungsional di sektor pendidikan.

Pelantikan ini sendiri dilaksanakan guna mengisi beberapa jabatan yang lowong diberbagai lingkup pemerintah kota Makassar.

Menarik untuk Anda:

Ini bukan persoalan suka atau tidak suka, apa lagi disangkutpautkan ke politik. Kita lihat kualifikasi, kompetensi kinerja dan rekam jejak berdasarkan rekomendasi Tim Penilai Kinerja,” ucap Deng Ical.

Deng Ical melanjutkan bahwa proses pelantikan yang dilaksanakan ini telah sesuai perundang-undangan serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Penggantian Pejabat oleh PJ/Plt/Pjs Kepala Daerah Yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak.

“Pelantikan ini tidak akan terlaksana tanpa izin tertulis dari Menteri Dalam Negeri, Pelantikan ini telah memperoleh izin tertulis dari Menteri Dalam Negeri untuk dapat mengisi jabatan yang lowong,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjaga agar tidak terjadi stagnasi kinerja di tubuh pemerintah kota.

“Alhamdulillah hari ini kita telah mengisi 116 dari 247 jabatan yang lowong. Insya¬† Allah kita antisipasi supaya tidak ada stagnansi kinerja di tubuh Pemkot Makassar,” ungkap Deng Ical.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ketua Komisi B DPRD Makassar Respon Rencana PD Parkir Ihwal Parkiran Sepeda

Gubernur Tegaskan Masjid Kubah Belum Laik Digunakan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar