Makassar Terkini
Masuk

PM Inggris Boris Johnson Dorong Joe Biden Tunda Penarikan Pasukan Amerika dari Afghanistan

Terkini.id, Kabul – PM Inggris Boris Johnson dorong Joe Biden tunda penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan. Setelah menguasai pemerintahan Afghanistan dengan menggulingkan Presiden Ashraf Ghani pada Minggu 15 Agustus 2021 lalu, juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan pihaknya kini fokus terhaap sejumlah isu darurat, termasuk penarikan pasukan Amerika Serikat (AS), evakuasi warga Afghanistan, dan hak-hak wanita.

Melihat waktu yang terus berjalan mendekati tenggat waktu penarikan pasukan militer AS, Shaheen memperingatkan dampak serius terkait kemungkinan dilakukannya perpanjangan pendudukan pasukan dari Negeri Paman Sam itu di Afghanistan.

“Ini adalah garis merah, Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada 31 Agustus mereka akan menarik semua pasukan militer mereka. Jadi jika mereka memperpanjangnya, itu berarti mereka memperluas pendudukan, sementara itu tidak diperlukan,” ultimatum Shaheen, Senin 23 Agustus 2021 kemarin.

Dikutip dari Sputnik News, Senin 23 Agustus 2021 dan diwartakan tribunnewscom, Selasa 24 Agustus 2021, ia juga menegaskan kelompoknya akan menekankan kata ‘tidak’ jika AS atau Inggris mengambil waktu tambahan atau mengulur waktu untuk melanjutkan proses evakuasi.

Menurut Shaheen, jika AS dan sekutunya tetap memperpanjang keberadaan mereka di Afghanistan maka bakal ada konsekuensi yang harus mereka terima.

“Perpanjangan tenggat waktu keluarnya pasukan AS dari Afghanistan, tentu akan menciptakan ketidakpercayaan antara mereka dan kami. Jika mereka berniat melanjutkan pendudukan, itu akan memicu reaksi,” tegasnya.

The Telegraph melaporkan, selama pertemuan G7 yang digelar pada Selasa 24 Agustus 2021 hari ini, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson akan mendorong Biden untuk menunda penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Surat kabar itu mengklaim, perdana menteri Inggris itu secara pribadi telah menekan AS selama berhari-hari agar mau mempertimbangkan penundaan penarikan pasukan guna mengurangi tekanan milisi Taliban di Bandara Kabul.

Joe Biden pun merespons, dengan mengungkapkan diskusi sedang berlangsung dengan pejabat militer Amerika terkait kemungkinan dilakukannya perpanjangan misi evakuasi Afghanistan melampaui batas waktu 31 Agustus 2021 mendatang.

Sebelumnya, Taliban telah menguasai Afghanistan sejak 15 Agustus 2021 lalu, saat mereka merebut ibu kota negara itu, Kabul tanpa perlawanan setelah melancarkan serangan selama berbulan-bulan.

Para militan itu juga menyuarakan keinginan mereka untuk memiliki hubungan persahabatan dengan semua negara, dan menekankan Taliban ‘harus diakui’ komunitas internasional.